![]() |
| ANAK-anak belajar di musalla sebelum dibangun Gedung TPA |
![]() |
| KONDISI Gedung TPA Dusun Bukit Kijang dalam pengerjaan |
PULUHAN anak-anak bermain-main pagi itu,
di halaman lokasi bangunan Gedung Taman Pendidikan Al qur an (TPA) Dusun Bukit
Panjang, Desa Jelutung, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Canda tawa
dan wajah ceria mewarnai suasana menjelang jam belajar-mengajar di gedung yang
cukup megah yang dibangun dari dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd.).
Tak hanya anak-anak Dusun Bukit Panjang
yang demikian bergembira karena akhirnya mereka bisa mempelajari ilmu agama di
gedung yang permanen setelah puluhan tahun, harus belajar berdesakan di musalla
dusun. Para guru dan orangtua serta warga umumnya menyambut gembira terwujudnya
mimpi memiliki gedung TPA sendiri. Dusun Bukit Panjang sendiri terletak
di bagian barat laut Desa Jelutung, dengan jarak kurang lebih 5 km. dari desa
induk. Penduduk Dusun Bukit Panjang sebagian besar adalah pendatang dari pulau
Madura, Jawa Timur, tetapi sudah menetap lama di Dusun Bukit Panjang.
Usulan pembangunan Gedung TPA
awalnya dimulai pada saat pelaksanaan Musyawarah Dusun pada 21 November 2012 di
rumah salah satu warga. Salah satu warga yang juga pengajar TPA di Dusun Bukit
Panjang, yakni Ustazd Marju’in mengusulkan Pembangunan Gedung TPA. “ Kegiatan
belajar-mengajar Taman Pendidikan Al qur an (TPA) di dusun ini sudah
berlangsung kurang lebih sepuluh tahun. Selama itu, anak-anak proses
belajar-mengajar dilaksanakan di musalla, dengan jumlah santri kurang lebih
sebanyak 68 orang dan tenaga pengajar 3 orang,”papar Ustad Marju’in di depan
puluhan warga dan guru-guru TPA.
Selain kegiatan TPA sambung Ustad
Marju’in, di Dusun Bukit Kijang juga ada Madrasah Diniyah (pendidikan khusus
tentang pembelajaran Kitab Kuning atau Arab Gundul). Sesuai dengan tahapan
proses perencanaan kegiatan PNPM MPd. di Desa Jelutung, usulan Pembangunan
Gedung TPA setelah disepakati di Musdus, usulan warga tersebut kembali diajukan
pada Musyawarah Desa Khusus Perempuan (MDKP) pada 29 Desember 2013, dan akhirnya
ditetapkan sebagai Prioritas Usulan dan kemudian disahkan kembali pada
Musyawarah Desa Perencanaan (MDP) pada 29 Januari 2013. Setelah ditetapkan
sebagai prioritas usulan di tingkat desa dan ditetapkan Kader Pemberdayaan
Masyarakat Desa (KPMD), Tim Punulis Usulan (TPU) dan Tim Pengelola Kegiatan
(TPK) pada MDP, dimulailah proses penyusunan proposal usulan tersebut. Kemudian
dilanjutkan dengan Verifikasi Usulan yang berlansung dari 30 Januari 2013
sampai 15 Februari 2013.
Setelah melalui perjuangan dan kebersamaan
para pelaku PNPM MPd. Desa Jelutung, usulan Pembangunan Gedung TPA mendapatkan
ranking dan prioritas kelima pada Musyawarah Antar Desa Prioritas Usulan (MAD)
PNPM MPd. pada 18 Februari 2013. Hingga akhirnya, usulan Pembangunan Gedung TPA
setelah dilakukan survai harga, pengukuran di lokasi dan pembuatan Desain dan
Rencana Anggaran Biaya (RAB) ditetapkan kembali pada MAD Penetapan Usulan (MAD)
dengan mendapatkan volume 6 X 18 m. dan alokasi dana fisik sebesar
Rp.266.946.400 jelas Rusmanti, Ketua TPK Desa Jelutung. Rusmanti didampingi
Sarferi sebagai bendahara TPK dan Dina menjabat sekretaris TPK. Rusmanti
menceritakan bahwa proses Pembangunan Gedung TPA di Dusun Bukit Kijang
berlangsung selama empat bulan dengan empat kali tahapan pencairan.
“Warga begitu antusias dan partisipasi warga amat tinggi terhadap
Pembangunan Gedung TPA ini. Hal ini dibuktikan dengan jumlah warga yang hadir
dalam setiap pelaksanaan musyawarah, bekerja dan berperan langsung mengawasi
pelaksanaan Pembangunan Gedung TPA Bukit Kijang,” papar Rusmanti. Melalui
berbagai tahapan kegiatan musyawarah pertanggungjawaban kegiatan dan pendanaan,
sampailah akhir pembangunan Gedung TPA Bukit Kijang. Untuk menunjukkan rasa
syukur atas selesainya pembangunan dan kelancaran pekerjaan, akhirnya digelar
Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) sebagai tahap akhir pelaksanaan Musyawarah
Desa Pertanggungjawaban. Warga Dusun Bukit Panjang pun menggelar acara
Nganggung, yakni laki – laki dan perempuan bersama-sama membawa makanan dalam
Dulang, yang ditutupi dengan Tudung Saji.
(Isdianti, FK Pemberdayaan Kecamatan
Namang, Bangka Tengah)
PULUHAN anak-anak bermain-main pagi itu,
di halaman lokasi bangunan Gedung Taman Pendidikan Al qur an (TPA) Dusun Bukit
Panjang, Desa Jelutung, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Canda tawa
dan wajah ceria mewarnai suasana menjelang jam belajar-mengajar di gedung yang
cukup megah yang dibangun dari dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd.).
Tak hanya anak-anak Dusun Bukit Panjang
yang demikian bergembira karena akhirnya mereka bisa mempelajari ilmu agama di
gedung yang permanen setelah puluhan tahun, harus belajar berdesakan di musalla
dusun. Para guru dan orangtua serta warga umumnya menyambut gembira terwujudnya
mimpi memiliki gedung TPA sendiri. Dusun Bukit Panjang sendiri terletak
di bagian barat laut Desa Jelutung, dengan jarak kurang lebih 5 km. dari desa
induk. Penduduk Dusun Bukit Panjang sebagian besar adalah pendatang dari pulau
Madura, Jawa Timur, tetapi sudah menetap lama di Dusun Bukit Panjang.
Usulan pembangunan Gedung TPA
awalnya dimulai pada saat pelaksanaan Musyawarah Dusun pada 21 November 2012 di
rumah salah satu warga. Salah satu warga yang juga pengajar TPA di Dusun Bukit
Panjang, yakni Ustazd Marju’in mengusulkan Pembangunan Gedung TPA. “ Kegiatan
belajar-mengajar Taman Pendidikan Al qur an (TPA) di dusun ini sudah
berlangsung kurang lebih sepuluh tahun. Selama itu, anak-anak proses
belajar-mengajar dilaksanakan di musalla, dengan jumlah santri kurang lebih
sebanyak 68 orang dan tenaga pengajar 3 orang,”papar Ustad Marju’in di depan
puluhan warga dan guru-guru TPA.
Selain kegiatan TPA sambung Ustad
Marju’in, di Dusun Bukit Kijang juga ada Madrasah Diniyah (pendidikan khusus
tentang pembelajaran Kitab Kuning atau Arab Gundul). Sesuai dengan tahapan
proses perencanaan kegiatan PNPM MPd. di Desa Jelutung, usulan Pembangunan
Gedung TPA setelah disepakati di Musdus, usulan warga tersebut kembali diajukan
pada Musyawarah Desa Khusus Perempuan (MDKP) pada 29 Desember 2013, dan akhirnya
ditetapkan sebagai Prioritas Usulan dan kemudian disahkan kembali pada
Musyawarah Desa Perencanaan (MDP) pada 29 Januari 2013. Setelah ditetapkan
sebagai prioritas usulan di tingkat desa dan ditetapkan Kader Pemberdayaan
Masyarakat Desa (KPMD), Tim Punulis Usulan (TPU) dan Tim Pengelola Kegiatan
(TPK) pada MDP, dimulailah proses penyusunan proposal usulan tersebut. Kemudian
dilanjutkan dengan Verifikasi Usulan yang berlansung dari 30 Januari 2013
sampai 15 Februari 2013.
Setelah melalui perjuangan dan kebersamaan
para pelaku PNPM MPd. Desa Jelutung, usulan Pembangunan Gedung TPA mendapatkan
ranking dan prioritas kelima pada Musyawarah Antar Desa Prioritas Usulan (MAD)
PNPM MPd. pada 18 Februari 2013. Hingga akhirnya, usulan Pembangunan Gedung TPA
setelah dilakukan survai harga, pengukuran di lokasi dan pembuatan Desain dan
Rencana Anggaran Biaya (RAB) ditetapkan kembali pada MAD Penetapan Usulan (MAD)
dengan mendapatkan volume 6 X 18 m. dan alokasi dana fisik sebesar
Rp.266.946.400 jelas Rusmanti, Ketua TPK Desa Jelutung. Rusmanti didampingi
Sarferi sebagai bendahara TPK dan Dina menjabat sekretaris TPK. Rusmanti
menceritakan bahwa proses Pembangunan Gedung TPA di Dusun Bukit Kijang
berlangsung selama empat bulan dengan empat kali tahapan pencairan.
“Warga begitu antusias dan partisipasi warga amat tinggi terhadap
Pembangunan Gedung TPA ini. Hal ini dibuktikan dengan jumlah warga yang hadir
dalam setiap pelaksanaan musyawarah, bekerja dan berperan langsung mengawasi
pelaksanaan Pembangunan Gedung TPA Bukit Kijang,” papar Rusmanti. Melalui
berbagai tahapan kegiatan musyawarah pertanggungjawaban kegiatan dan pendanaan,
sampailah akhir pembangunan Gedung TPA Bukit Kijang. Untuk menunjukkan rasa
syukur atas selesainya pembangunan dan kelancaran pekerjaan, akhirnya digelar
Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) sebagai tahap akhir pelaksanaan Musyawarah
Desa Pertanggungjawaban. Warga Dusun Bukit Panjang pun menggelar acara
Nganggung, yakni laki – laki dan perempuan bersama-sama membawa makanan dalam
Dulang, yang ditutupi dengan Tudung Saji.
(Isdianti, FK Pemberdayaan Kecamatan
Namang, Bangka Tengah)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar