Entri Populer

Jumat, 28 Februari 2014

MDST Desa Mancung

                                       BUPATI BANGKA BARAT HADIRI MDST JALAN PNPM                                     PETITI DAN JEMBATAN DI KEBUN KARET
              
MERASA jenuh dengan tempat dan suasana pelaksanaan Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd.) yang biasa dilaksanakan di kantor desa atau rumah penduduk, didukung warga setempat pengurus Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Mancung, Kecamatan Kelapa, Bangka Barat, menggelar MDST Pembangunan Jalan PNPM Petiti (Jalan Puru) dan Jembatan tahun anggaran (T.A.) 2013, di kawasan perkebunan karet, Sabtu (15/02) lalu.

Pelaksanaan MDST semakin istimewa, karena dihadiri Bupati Bangka Barat, Ustad, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Pemerintah Desa Bangka Barat. Undangan kepada Bupati meski tak melalui undangan resmi, namun menyempatkan mengikut MDST dibarengi mulai awal musyawarah hingga akhir acara. Turut hadir dalam MDST yang dibarengi dengan Musyawarah Desa Informasi Hasil Musyawarah Antar Desa Prioritas Usulan (MD III) T.A. 2014, Spesialis KIE Kepulauan Bangka Belitung, Helmi Fauzi, Fasilitator Kecamatan (FK) Teknik (Jabeslin), FK Pemberdayaan Kelapa (Mimalin Titah), Asisten FK Pemberdayaan Kelapa (..), FK Pemberdayaan Jebus, Supanto Nugroho, pengurus UPK Kelapa, Tim Pengelola Kegiatan, tokoh masyarakat dan warga di sekitar lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Kades Mancung, Karman, mengucapkan terima kasih, karena sejak PNPM MPd. pada 2007, cukup banyak kegiatan Desa Mancung memperoleh kesempatan mengelola dana BLM baik fisik maupun SPP, yang  dilaksanakan di desanya.  ”Tahun 2008, kami dapat Pembangunan Gedung Posyandu, pada 2009 mendapat Gedung PAUD, 2010 kosong, lalu pada 2011 ada kegiatan jalan dan 2013 kami mendapat dana Pembangunan Jalan Puru.

Sebagai bentuk penghargaan Pembangunan Jalan Puru kami namakan Jalan PNPM Petiti dan Jembatan. Sebelum ada PNPM MPd., jalan yang akan kita bupati resmikan ini adalah sentra perekonomian warga, yang selalu dalam keadaan becek dan susah dilewati jika hujan. Jembatan hanya bisa dilewati satu motor. Itu pun jika hari tidak hujan,” ungkap Karman dengan wajah gembira.

Karena itu, dia mengharapkan warga dapat memelihara jalan,  jembatan dan gorong-gorong yang sudah dikerjakan warga setempat. Apalagi yang menikmati jalan dan jembatan berasal dari Desa Mancung dan Sinar Sari. ”Setiap hari sekitar 10 ton, warga dapat mengangkut dan mengeluarkan hasil karet. ”

Bupati Bangka Barat, ..mengaku bahagia sekali dan bangga bisa menghadiri  proses MDST dari awal. ”Saya pernah menghadiri peresmian Gedung TPA di Pangkalan Beras tahun 2012. Tapi, saya tidak mengetahui proses musyawarah sebelum peresmian. Beginilah seharusnya perencanaan pembangunan yang partisipatif. Masyarakat sejak awal merencanakan dan mengetahui sejak awal usulan dan biaya pembangunan yang akan dikerjakan,” ungkap Bupati.

Menurut Bupati yang pernah kursus selama 40 hari di Universitas Hardvard, Amerika Serikat itu,  kunci kesuksesan pembangunan yang partisipatif adalah kekompakan semua unsur masyarakat.  ”Jangan malah terpecah-pecah sampai ada 3 kelompok.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar