Warga Simpang Perlang Minta Pemda
Tidak Menutup Pasar PNPM
Kamis, 6 Februari 2014 21:16 WIB
Kamis, 6 Februari 2014 21:16 WIB
Laporan Wartawan Bangka Pos,
Zulkodri
"Apa alasan pemda menutup
pasar PNPM. Infonya karena pasar yang di Berok mau buka, jadi pasar di Simpang
Perlang ditutup. Tolong lah beri kebijakan yang jelas," kata Syahrial
menghubungi bangkapos.com, Kamis (6/2/2014).
Dia berharap, pemda tidak serta
merta menutup pasar di Simpang Perlang. Kehadiran pasar tersebut sangat
membantu warga sekitar melakukan aktivitas jual beli.
Ditambahkan kepala lingkungan
pasar Simpang Perlang, Sopyan, juga mempertanyakan, kebijakan Pemda tersebut.
Pasalnya tanpa kejelasan yang jelas tiba-tiba mengusulkan agar pasar ditutup
selama empat hari dan hanya beroperasi selama tiga hari saja.
"Pak camat datang ke kami
agar, pasar stop. Dan diusulkan hanya beroperasi selama tiga hari. Sedangkan
empat harinya, tidak. Ini, mau dikemanakan dagangan sayurnya, ikannya, karena
akan busuk, bisa dibuang. Saya pusing juga, saya hanya membela masyarakat
banyak," ujarnya. Dikatakan, Sopyan,
pasar ini, merupakan bantuan dari PNPM. Bahkan, selama satu hingga dua bulan
kedepan, para pedagang tidak akan dipungut retribusi, alias gratis.
"Maunya kita tetap setiap
hari. Alasan mau ditutup tidak tahu, kata pak camat atas nama Pemda. Pasar ini, program PNPM dari presiden.
Kalau tidak ada jualan, lebih baik dirobohkan saja," ulasnya.
Sementara itu, kepala Disperindagkop dan UMKM Bateng,
Useng Komara, kepada bangkapos.com, Kamis (6/2/2014) membantah bahwa pemerintah
hendak menutup pasar tersebut.
Kendati demikian, Useng mengaku ada usulan agar pasar tersebut, diatur dan dijadwal untuk penjualannya.
Kendati demikian, Useng mengaku ada usulan agar pasar tersebut, diatur dan dijadwal untuk penjualannya.
"Sebenarnya bukan ditutup.
Tidak mungkin kita menghilangkan mata pencaharian orang. Hanya saja waktu
jadwalnya diatur, apa seminggu tiga kali. Tidak mungkin kita melarang. Kita
hanya menertibkan saja, apalagi, sudah ada pasar modern," ucapnya.
(Penulis: zulkodri, Editor: asmadi)
Sumber: bangkapos.com
Jangan Tutup Pasar Pagi Simpang Perlang!
Sabtu, 08 Februari 2014 02:34 WIB KOBA-Warga Simpang Perlang, Koba, mempertanyakan sikap Pemkab Bangka-Tengah (Bateng) yang berencana menutup pasar PNPM yang berada di kawasan tersebut. Pasalnya pasar tersebut sudah berdiri sejak tahun 2009 lalu.
"Apa alasan Pemda Bateng mau menutup pasar PNPM yang
berlokasi di Simpang Perlang. Jangan hanya karena pasar yang di Berok mau
dibuka, lantas pasar di Simpang Perlang harus ditutup. Bukankah rejeki
masing-masing sudah diatur oleh Allah. Jadi tolong lah beri kebijakan yang
jelas jangan sampai merugikan pihak lain,"ujar salah seorang warga Simpang
Perlang, Syahrial kepada RB, Kamis (6/2).
Hal yang sama dipertanyakan Kepala Lingkungan Simpang Perlang, Sopian. Menurut Sopian tanpa kejelasan yang jelas, tiba-tiba pemda mengusulkan agar pasar ditutup selama empat hari dan hanya beroperasi selama tiga hari saja dalam sepekannya.
"Pak Camat datang ke kami Kamis (6/2) kemarin dan menghimbau agar pasar PNPM Simpang Perlang dan aktivitasnya untuk stop beroperasi sepekan penuh. Dan diusulkannya hanya beroperasi selama tiga hari saja. Sedangkan empat harinya tidak beroperasi. Jika demikian kejadiannya, maka mau dikemanakan barang dagangan para pedagang seperti sayur mayur, ikan dan lainnya selama 4 harinya?. Karena tentunya barang tersebut akan busuk dan terbuang saja. Saya hanya menyampaikan aspirasi masyarakat banyak dan pedagang di pasar ini,"ujarnya.
Diungkapkan, Sopian, bangunan pasar tersebut merupakan bantuan dari PNPM. Bahkan, selama satu hingga dua bulan kedepan, para pedagang tidak akan dipungut retribusi alias gratis.
"Maunya masyarakat kita, agar aktivitas pasar tetap berjualan setiap hari. Alasan pastinya mau ditutup kita tidak tahu. Sebab kata Pak Camat Koba, Mulyanto, atas nama Pemda Bateng mengatakan pasar ini, adalah program PNPM dari presiden. Namun kalau tidak ada jualan, maka lebih baik ditutup saja,"ulasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Pemkab Bateng, Useng Komara membenarkan ada usulan agar pasar tersebut diatur dan dijadwal untuk penjualannya. Meskipun membantah akan menurut pasar tersebut selamanya. "Perlu diluruskan, sebenarnya pasar di Simpang Perlang tersebut bukannya mau ditutup, karena tidak mungkin kita menghilangkan mata pencaharian orang. Melainkan waktu dijadwalkan dalam seminggu, tiga kali saja beroperasi. Tidak mungkin kita melarang. Kita hanya menertibkan saja, apalagi saat ini sudah ada pasar modern yang telah beroperasi di Koba," pungkasnya kepada RB Jumat (7/2) kemarin.(and)
Hal yang sama dipertanyakan Kepala Lingkungan Simpang Perlang, Sopian. Menurut Sopian tanpa kejelasan yang jelas, tiba-tiba pemda mengusulkan agar pasar ditutup selama empat hari dan hanya beroperasi selama tiga hari saja dalam sepekannya.
"Pak Camat datang ke kami Kamis (6/2) kemarin dan menghimbau agar pasar PNPM Simpang Perlang dan aktivitasnya untuk stop beroperasi sepekan penuh. Dan diusulkannya hanya beroperasi selama tiga hari saja. Sedangkan empat harinya tidak beroperasi. Jika demikian kejadiannya, maka mau dikemanakan barang dagangan para pedagang seperti sayur mayur, ikan dan lainnya selama 4 harinya?. Karena tentunya barang tersebut akan busuk dan terbuang saja. Saya hanya menyampaikan aspirasi masyarakat banyak dan pedagang di pasar ini,"ujarnya.
Diungkapkan, Sopian, bangunan pasar tersebut merupakan bantuan dari PNPM. Bahkan, selama satu hingga dua bulan kedepan, para pedagang tidak akan dipungut retribusi alias gratis.
"Maunya masyarakat kita, agar aktivitas pasar tetap berjualan setiap hari. Alasan pastinya mau ditutup kita tidak tahu. Sebab kata Pak Camat Koba, Mulyanto, atas nama Pemda Bateng mengatakan pasar ini, adalah program PNPM dari presiden. Namun kalau tidak ada jualan, maka lebih baik ditutup saja,"ulasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Pemkab Bateng, Useng Komara membenarkan ada usulan agar pasar tersebut diatur dan dijadwal untuk penjualannya. Meskipun membantah akan menurut pasar tersebut selamanya. "Perlu diluruskan, sebenarnya pasar di Simpang Perlang tersebut bukannya mau ditutup, karena tidak mungkin kita menghilangkan mata pencaharian orang. Melainkan waktu dijadwalkan dalam seminggu, tiga kali saja beroperasi. Tidak mungkin kita melarang. Kita hanya menertibkan saja, apalagi saat ini sudah ada pasar modern yang telah beroperasi di Koba," pungkasnya kepada RB Jumat (7/2) kemarin.(and)
Sumber : http://www.radarbangka.co.id/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar