Entri Populer

Senin, 29 September 2014

Pokja RBM Bateng Gelar Workshop Penyusunan Modul

FASILITATOR Pemberdayaan PNPM MPd.Integrasi Bangka Tengah,Kep.Bangka Belitung,Rizal Mansyur, saat memberikan pada Peserta  Workshop Penyusunan Modul Pelatihan Pokja RBM di Hotel Serrata, Pasir Padi, Kota Pangkalpinang


Kelompok Kerja Ruang Belajar Masyarakat (Pokja RBM) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri Perdesaan), Kabupaten Bangka Tengah (Bateng),
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menggelar acara Workshop Penyusunan Modul dan Penyusunan Modul, pada 29 dan 30 September, serta 1 Oktober 2014, bertempat di Aula Pertemuan Hotel Serrata, Pasir Padi, Kota Pangkalpinang. 

Kegiatan  yang diikuti 40-an peserta tersebut jelas Fasilitator Kabupaten Pemberdayaan, Rizal Mansyur, berasal dari unsur pengurus Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Unit Pengelola Kegiatan (UPK), Badan Pengawas UPK (BP UPK), Tim Monitoring, Tim Pelatih Masyarakat (TPM), Pendamping Lokal (PL), pengurus bidang Pokja RBM  Bateng,  Fasilitator Kecamatan Pemberdayaan dan Fasilitator Kecamatan Teknik. Workshop Pokja RBM Bangka Tengah yang mengambil tema 'Optimalisasi Perencanaan Penyusunan Modul Berbasis Ruang Belajar Masyarakat, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) itu, diisi oleh narasumber dari Tim Fasilitator Kabupaten (Pemberdayaan, Keuangan dan Teknik) Bateng.   
FASILITATOR Pemberdayaan PNPM MPd.Integrasi Bangka Tengah,Kep.Bangka Belitung,Rizal Mansyur, saat memberikan pada Peserta  Workshop Penyusunan Modul Pelatihan Pokja RBM di Hotel Serrata, Pasir Padi, Kota Pangkalpinang

Sementara itu, Fasilitator Keuangan Kabupaten Bateng, Romulu Marpaung, menambahkan  bahwa kegiatan Workshop Penyusunan Modul dan Penyusunan Modul Pokja RBM Bateng  digelar dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan atau kecakapan masyarakat dalam melaksanakan beberapa Pelatihan Masyarakat, di wilayah perdesaan lokasi kegiatan PNPM MPd. di 6 kecamatan se-Bateng. Adapun modul yang dibahas dan disusun antara lain tentang Modul Pelatihan Kepala Desa dan Badan Perwakilan Desa (BPD), Pelatihan Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), Pelatihan Kelompok Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) dan Pelatihan UPK. “Sehingga melalui workshop ini, para peserta mampu memberikan dukungan dalam penyusunan modul-modul pelatihan masyarakat di perdesaan lokasi kegiatan PNPM MPd. ,” papar Romulo Marpaung, Senin (29/09/2014).  

Kegiatan selama tiga hari tersebut juga merupakan hasil rencana kerja tindak lanjut (RKTL) dari Workshop Pokja RBM pada 15 September 2014 lalu, di Aula Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Bateng, yang dihadiri dan dibuka Penanggung jawab Operasional Kabupaten (PjOKab.) PNPM MPd. Bateng, Erick Frisco, Koordinator PNPM MPd.Provinsi Kepulauan Babel, Nanang Legowo, Spesialis KIE Kepulauan Babel, Helmi Fauzi,  Tim Faskab Bateng, pengurus BKAD, UPK, FKP dan FKT dari 6 kecamatan se-Bateng. Lanjut Romulo Marpaung, mengatakan bahwa Workshop Penyusunan Modul dan Penyusunan Modul,diikuti para peserta dari 6 kecamatan lokasi kegiatan PNPM MPd. dan PNPM MPd.Integrasi di Bateng. 

Lanjut Romulo Marpaung, melalui workshop ini diharapkan para peserta mampu menjadi tenaga yang membantu dan menjaga sarana dan prasarana serta kegiatan dana bergulir atau Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP) yang dibiayai melalui dana PNPM Mandiri Perdesaan. Adapun materi yang disampaikan para narasumber dari Tim Fasilitator Kabupaten ada sebanyak 6 dari 12 modul materi pembelajaran yang pernah disusun pada tahun 2013 lalu.  (Tim Fasilitator PNPM MPd.)

Senin, 30 Juni 2014

Kemendagri Gelar Penghargaan Pemberdayaan SiKompak 2014

Penghargaan Pemberdayaan SiKompak 2014 kembali digelar Kementerian Dalam Negeri, di Hotel Grand Sahid Jaya, 4 – 7 Juni 2014. Event ini diselenggarakan sebagai bentuk prenghargaan dan apresiasi kepada pelaku pembangunan, kelembagaan dan insan pemberdayaan masyarakat yang memiliki dedikasi, prestasi dan tanggungjawab dalam pelaksanaan tugasnya di daerah, khususnya melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan.


Penghargaan Pemberdayaan SiKompak diberikan kepada lembaga, pelaku dan pembina PNPM Mandiri Perdesaan terbaik nasional untuk kategori: Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Unit Pengelola Kegiatan (UPK), Perencanaan Pembangunan Desa (PPD), Pendamping Lokal (PL), dan Desa dengan Pemeliharaan Terbaik, serta Fasilitator Kecamatan (FK).

Penghargaan juga diberikan kepada para Pembina lembaga dan pelaku pemberdayaan tingkat kabupaten dan provinsi. Pembina terbaik PNPM Mandiri Perdesaan tingkat kabupaten akan diberikan kepada Bupati, dan untuk Pembina terbaik PNPM Mandiri Perdesaan tingkat provinsi akan diterima oleh Gubernur.

Penghargaan Pemberdayaan SiKompak diberikan pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dihadiri oleh Bupati dan Gubernur lokasi PNPM Mandiri Perdesaan seluruh Indonesia yang rencananya akan dibuka oleh Wakil Presiden, Boediono. Penghargaan bagi lembaga dan pelaku pemberdayaan ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun oleh Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Ditjen PMD), Kementerian Dalam Negeri selaku Pembina PNPM Mandiri Perdesaan.

Seperti diketahui, PNPM Mandiri Perdesaan merupakan program pemberdayaan masyarakat terbesar di tanah air, bahkan boleh dikatakan terbesar di dunia. Dalam pelaksanaannya, seluruh anggota masyarakat didorong terlibat dalam setiap tahapan kegiatan secara partisipatif, mulai dari proses perencanaan, pengambilan keputusan dalam penggunaan dan pengelolaan dana sesuai kebutuhan paling prioritas di desanya, sampai pada pelaksanaan kegiatan, pengawasan dan pelestariannya. Program ini telah menjangkau kepada peningkatan peran kelembagaan di perdesaan dan aspek perencanaan pembangunan wilayah di perdesaan yang dapat disinergikan dengan dukungan regulasi dan finansial dari Pemerintah Daerah, termasuk peran dan bantuan dari lembaga, instansi dan korporasi di wilayah yang bersangkutan.

“Penghargaan Pemberdayaan SiKompak merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Republik Indonesia kepada lembaga dan pelaku pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang punya dedikasi, prestasi dan tanggungjawab dalam melaksanakan tugasnya di daerah melalui PNPM Mandiri Perdesaan”, demikian Benny Irwan, Kasubdit Pembangunan Partisipatif Ditjen PMD menyampaikan pesannya disela-sela persiapan acara. (kie)

Rabu, 30 April 2014

DPD IPPMI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG DIKUKUHKAN

















SEKRETARIS Jenderal Sekjen) Dewan Pengurus Nasional Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (DPN IPPMI), John Odius, melantik Rizal Mansyur sebagai ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) IPPMI Kepulauan Bangka Belitung periode 2013-2016, Rabu (30/4), bertempat di Hotel Aston Marina Pangkalpinang.

Pelantikan dihadiri Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Sri Rezeki, Koordinator PNPM MPd. Provinsi Nanang Legowo, PjO Kab.Bangka Tengah, para spesialis provinsi, fasilitator kabupaten dan kecamatan se-Bangka Belitung. Pelantikan organisasi profesi para pendamping masyarakat tersebut sebagai tindak lanjut deklarasi DPD IPPMI Kepulauan Bangka Belitung pada 27 Februari 2014. “ Semangat untuk memberdayakan masyarakat saat ini sedang subur-suburnya dilaksanakan kementerian dan pemerintahan desa. Apalagi dengan disahkan Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa,” kata Jhon Odius yang juga Koordinator Wilayah RMC II PNPM MPd. 
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) merupakan produk unggulan pemerintah saat ini.
Tentu untuk menyukseskan program nasional tersebut membutuhkan para fasilitator atau pendamping masyarakat. 
“Sebagai pendamping masyarakat juga pemerintahan daerah bersuka cita karena ada pengakuan pemerintah pusat atas program pemberdayaan masyarakat dan profesi fasilitator. UU Desa menggunakan pendekatan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujar John Odius.  
IPPMI jelasnya sudah ada embrionya sejak 1998 ketika PNPM MPd.diluncurkan. Kemudian diadakan perubahan dan dilegalkan dengan akte notaris dan pada 2010 organisasi pendamping masyarakat itu dikukuhkan dalam suatu organisasi resmi. Pada April 2013, IPPMI menggelar Munas I yang dijadikan momentum untuk menjadikan IPPMI sebagai wadah aspirasi dan perjuangan bagi para fasilitator.  
Berkaitan dengan upaya meningkatkan profesionalitas para pendamping masyarakat yang  ada dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, IPPMI dalam misinya akan meningkatkan kualitas dan profesionalisme pelaku pemberdayaan masyarakat dengan cara melaksanakan program sertifikasi profesi. “ Sebagai salah satu wadah organisasi profesi pemberdayaan masyarakat selain Asosiasi Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (APMI) dan Asosiasi Fasilitator Masyarakat (AFM), IPPMI akan memfasilitasi program sertifikasi atau legalitas profesi yang akan dilakukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSF),”ujar John Odius. 
Kepada kepengurusan DPD IPPMI Bangka Belitung yang baru dilantik, John Odius meminta untuk segera melengkapi susunan kepengurusan, dan menggelar rapat kerja daerah (rakerda) untuk menyusun program kerja termasuk program sertifikasi, pelatihan-pelatihan peningkatan kapasitas pelaku pemberdayaan masyarakat, profesionalisme anggota IPPMI dan jaringan kerja dengan para pelaku program pemberdayaan masyarakat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, pers dan LSM.      

RAKOR PNPM MPd.KEP.BANGKA BELITUNG APRIL 2014

RAPAT Koordinasi (Rakor) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd.) dua bulanan dilaksanakan pada 27-30 April 2014, bertempat di Hotel Soll Marina Aston Pangkalpinang. Rakor diikuti dan dihadiri Koordinator Provinsi (Korprov) PNPM MPd.Kep.Bangka Belitung, Nanang Legowo, Spesialis MIS dan Spesialis KIE, PjO Provinsi Sri Rezeki, para PjOKab, Fasilitator Kabupaten dari Bangka Barat, Bangka Tengah dan Belitung Timur.

Rakor kali ini dihadiri Koordinator Wilayah (Korwil) Regional Management Consultant John Odius yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Nasional Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (DPN IPPMI). Dalam sambutan pembukaan mewakili Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakar dan Pemerintahan Desa (PMPD), Sri Rezeki, mengharapkan....  

Senin, 14 April 2014

MENGENANG KUN WILDAN, DIREKTUR KPM DITJEN PMD KEMENDAGRI




Segenap Spesialis, Fasilitator dan Pelaku PNPM Mandiri Perdesaan merasakan duka-cita yang mendalam dan merasakan kehilangan atas berpulangnya Kun Wildan, Direktur Kelembagaan Pelatihan Masyarakat (KPM), Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Dalam Negeri,  ke pangkuan Tuhan yang Mahaesa, dalam usia 54 tahun, di Rumah Sakit Mitra Bekasi Timur, Minggu, 30 Maret 2014.

Almarhum dikenal memiliki perhatian yang sangat besar terhadap pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan, utamanya dalam usaha meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat di perdesaan. Dilahirkan di Wonosobo, 19 Mei 1960,  Kun Wildan berhasil menyelesaikan sarjana Geografi di Universitas Gajah Mada, dan mengantungi Diploma Natural Resources Management ITC Netherland dan Master of Business Administrator University of Haven di Amerika Serikat. Selain itu, kerap mengikuti pelatihan, seminar dan lokakarya di dalam dan luar negeri, seperti Pelatihan Gender Mainstream di Philipina, Pelatihan HIV/AIDS di Australia, Pelatihan Community Development di Brazil. Almarhum juga pernah mengikuti Seminar Pengentasan Kemiskinan Negara Berkembang bersama Bank Dunia di Amerika Serikat, Seminar Pengembangan Sistem Informasi dan Pusat Data di Korea, serta Seminar Keterlibatan LSM dalam pembangunan di Jepang.


Kun Wildan memulai karir sebagai staf Ditjen Bangda Kementerian Dalam Negeri (1986 – 2001). Kemudian menjadi Kabsubdit Kerjasama Antar Daerah, Ditjen Bangda  (2002 – 2005), Kabag Perencanaan, Ditjen Bangda Kementerian Dalam Negeri (2005 –2006), Kapusdatin, Sekertariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (2006 – 2008), Direktur Informasi Kependudukan, Ditjen Adminduk Kemendagri (2008 – 2010), Inspektur Wilayah 1, Itjen Kemendagri dan sejak tahun 2011, menempati posisi sebagai Direktur Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat, Ditjen PMD Kementerian Dalam Negeri hingga akhir hayatnya.

Untuk itu segenap spesialis, fasilitator dan pelaku PNPM Mandiri Perdesaan ikut menyampaikan doa kepada Allah bagi almarhum, sebagai ucapan terima kasih terhadap dedikasi dan pengabdian yang telah  almarhum berikan bagi PNPM Mandiri Perdesaan. Semoga amal-ibadah almarhum diterima Allah yang mahakuasa dan menjadi suri teladan dan pendorong semangat bagi usaha pemberdayaan masyarakat perdesaan di pelosok negeri.



Direktur Kelembagaan Pelatihan (KPM) Ditjen PMD, Kun Wildan, sedang menyampaikan laporan Workshop Regional Meeting, PNPM Mandiri Perdesaan di Riau, 2013, yang juga dihadiri Ditjen PMD Kemendagri, Tarmizi A. Karim

Direktur Kelembagaan Pelatihan (KPM) Ditjen PMD, Kun Wildan sedang beramah-tamah dengan para konsultan dalam acara pembukaan work-shop regional meeting IV, 2013 di Malang, Jawa Timur.