RAPAT Koordinasi (Rakor) dua bulanan
Entri Populer
-
SEKRETARIS Jenderal S ekjen) Dewan Pengurus Nasional Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (DPN IPPMI), ...
-
ANAK-anak belajar di musalla sebelum dibangun Gedung TPA KONDISI Gedung TPA Dusun Bukit Kijang dalam pengerjaan PULUHAN ...
-
PERAN KPMD DALAM MENGAWASI PENGEMBALIAN DANA SPP BAGI para pelaku Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM ...
-
FASILITATOR Pemberdayaan PNPM MPd.Integrasi Bangka Tengah,Kep.Bangka Belitung,Rizal Mansyur, saat memberikan pada Peserta Workshop Peny...
-
S alah satu bentuk fasilitasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan yang lebih diakrabi ol...
-
Lima FK PNPM MPd. Bangka Belitung Ikuti Pelatihan Mandiri LIMA FK (2 FKT dan 3 FKT) PNPM MPd. Kep.Bangka Belitung, hasil rekrutmen N...
-
PENYALURAN DANA BERGULIR SPP DI JEBUS LEBIHI TARGET SEJAK tahun 2008 sampai Oktober 2013, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, m...
-
Segenap Spesialis, Fasilitator dan Pelaku PNPM Mandiri Perdesaan merasakan duka-cita yang mendalam dan merasakan kehilangan atas berpu...
Jumat, 28 Februari 2014
PELATIHAN MANDIRI FASILITATOR KECAMATAN 2014
Lima FK PNPM MPd. Bangka Belitung Ikuti Pelatihan Mandiri
Peserta terdiri dari 3 FK
Pemberdayaan dan 2 FK Teknik, yang berasal dari Kecamatan Pangkalan Baru
(Bangka Tengah), Kelapa dan Jebus (Bangka Barat), Dendang dan Simpang Renggiang
(Belitung Timur). Kelima FK tersebut merupakan hasil rekrutmen pada November
2013 dan sudah dinyatakan lulus untuk memfasilitasi proses perencanaan,
pelaksanaan dan pelestarian/pemeliharaan kegiatan.

Bertindak sebagai
narasumber Pelatihan Mandiri tersebut, yakni Nanang Legowo (Koorprov PNPM MPd.
Kepulauan Bangka Belitung), Sutrisno (Spesialis Management Information
System/MIS), Helmi Fauzi (Spesialis Komunikasi, Informasi dan Edukasi), Mulyono
(Fasilitator Kabupaten PNPM MPd.Integrasi Belitung Timur), dan Elvi Juniarti
(Fasilitator Kabupaten Teknik Bangka Tengah).
Adapun materi yang
disampaikan kata Koordinator Provinsi (Korprov) PNPM MPd.Kepulauan Bangka
Belitung, Nanang Legowo pada hari pertama, Senin (10/2), meliputi Pokok-pokok
Kebijakan PNPM MPd., Tugas Pokok Fasilitator Kecamatan (Pemberdayaan dan
Teknik), Teknik Dasar Fasilitasi, 77 Atribut Fasilitator, Etika Fasilitasi dan
Kode Etik Fasilitator.
Pada hari kedua (11/02)
khusus kelas FK Pemberdayaan mendapat materi tentang Kerangka Dasar Pembentukan
Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Administrasi dan Keuangan UPK, Pengelolaan
Pelatihan Masyarakat, Pencairan Bantuan Langsung Masyarakat dan Dana
Operasional Kegiatan (DOK) PNPM MPd., dan Pembelajaran Mandiri. Sedangkan FK
Teknik pada hari kedua diberikan materi tentang Administrasi Kegiatan
Infrastruktur, Pengadaan Barang dan Jasa, Pengenalan Struktur Utama,
Perencanaan, Pengelolaan dan Pengawasan Kegiatan Infrastruktur dan Laporan
Akhir dan Pemeliharaan.
INFO BLM PNPM MPd.2014
Pemkab Babar Peroleh Dana PNPM Perdesaan Rp 4,4 Miliar
"Dana tersebut bersumber dari APBN 2014 sebesar Rp 3,4 miliar dan dana pendamping dari APBD Babar Rp 1 miliar," kata Sidarta Gautama, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bangka Barat, Selasa (11/2/2014).
Ia menjelaskan, dana ini belum termasuk dana operasional kegiatan (DOK) yang juga berasal dari APBN 2014 karena belum memperoleh informasi lanjutan mengenai besaran DOK yang akan diterima pada tahun 2014.
Ia merincikan, dana Rp 3,4 miliar itu dialokasikan untuk program Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang dilaksanakan melalui PNPM Mandiri Perdesaan.
BLM, menurut Sidarta, adalah kegiatan yang diusulkan masyarakat melalui musyawarah dengan melakukan perankingan untuk menentukan kegiatan yang mendapat skala prioritas.
MDST Desa Mancung
BUPATI BANGKA BARAT HADIRI MDST JALAN PNPM PETITI DAN JEMBATAN
DI KEBUN KARET
MERASA jenuh dengan tempat dan suasana pelaksanaan Musyawarah Desa Serah
Terima (MDST) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd.)
yang biasa dilaksanakan di kantor desa atau rumah penduduk, didukung warga
setempat pengurus Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Mancung, Kecamatan Kelapa,
Bangka Barat, menggelar MDST Pembangunan Jalan PNPM Petiti (Jalan Puru) dan
Jembatan tahun anggaran (T.A.) 2013, di kawasan perkebunan karet, Sabtu (15/02)
lalu.
Pelaksanaan MDST semakin istimewa,
karena dihadiri Bupati Bangka Barat, Ustad, Kepala Badan Pemberdayaan
Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Pemerintah Desa Bangka Barat. Undangan
kepada Bupati meski tak melalui undangan resmi, namun menyempatkan mengikut MDST
dibarengi mulai awal musyawarah hingga akhir acara. Turut hadir dalam MDST yang
dibarengi dengan Musyawarah Desa Informasi Hasil Musyawarah Antar Desa
Prioritas Usulan (MD III) T.A. 2014, Spesialis KIE Kepulauan Bangka Belitung,
Helmi Fauzi, Fasilitator Kecamatan (FK) Teknik (Jabeslin), FK Pemberdayaan
Kelapa (Mimalin Titah), Asisten FK Pemberdayaan Kelapa (..), FK Pemberdayaan
Jebus, Supanto Nugroho, pengurus UPK Kelapa, Tim Pengelola Kegiatan, tokoh
masyarakat dan warga di sekitar lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Kades
Mancung, Karman, mengucapkan terima kasih, karena sejak PNPM MPd. pada 2007,
cukup banyak kegiatan Desa Mancung memperoleh kesempatan mengelola dana BLM
baik fisik maupun SPP, yang dilaksanakan
di desanya. ”Tahun 2008, kami dapat Pembangunan
Gedung Posyandu, pada 2009 mendapat Gedung PAUD, 2010 kosong, lalu pada 2011 ada
kegiatan jalan dan 2013 kami mendapat dana Pembangunan Jalan Puru.
Sebagai bentuk penghargaan Pembangunan Jalan Puru kami namakan Jalan PNPM Petiti dan Jembatan. Sebelum ada PNPM MPd., jalan yang akan kita bupati resmikan ini adalah sentra perekonomian warga, yang selalu dalam keadaan becek dan susah dilewati jika hujan. Jembatan hanya bisa dilewati satu motor. Itu pun jika hari tidak hujan,” ungkap Karman dengan wajah gembira.
Sebagai bentuk penghargaan Pembangunan Jalan Puru kami namakan Jalan PNPM Petiti dan Jembatan. Sebelum ada PNPM MPd., jalan yang akan kita bupati resmikan ini adalah sentra perekonomian warga, yang selalu dalam keadaan becek dan susah dilewati jika hujan. Jembatan hanya bisa dilewati satu motor. Itu pun jika hari tidak hujan,” ungkap Karman dengan wajah gembira.
Karena itu, dia
mengharapkan warga dapat memelihara jalan,
jembatan dan gorong-gorong yang sudah dikerjakan warga setempat. Apalagi
yang menikmati jalan dan jembatan berasal dari Desa Mancung dan Sinar Sari.
”Setiap hari sekitar 10 ton, warga dapat mengangkut dan mengeluarkan hasil
karet. ”
Bupati Bangka Barat, ..mengaku bahagia sekali dan bangga bisa menghadiri proses MDST dari awal. ”Saya pernah
menghadiri peresmian Gedung TPA di Pangkalan Beras tahun 2012. Tapi, saya tidak
mengetahui proses musyawarah sebelum peresmian. Beginilah seharusnya perencanaan
pembangunan yang partisipatif. Masyarakat sejak awal merencanakan dan
mengetahui sejak awal usulan dan biaya pembangunan yang akan dikerjakan,”
ungkap Bupati.
Menurut Bupati yang pernah
kursus selama 40 hari di Universitas Hardvard, Amerika Serikat itu, kunci kesuksesan pembangunan yang partisipatif
adalah kekompakan semua unsur masyarakat. ”Jangan malah terpecah-pecah sampai ada 3
kelompok.
Rabu, 26 Februari 2014
INFO BERITA
Warga Simpang Perlang Minta Pemda
Tidak Menutup Pasar PNPM
Kamis, 6 Februari 2014 21:16 WIB
Kamis, 6 Februari 2014 21:16 WIB
Laporan Wartawan Bangka Pos,
Zulkodri
"Apa alasan pemda menutup
pasar PNPM. Infonya karena pasar yang di Berok mau buka, jadi pasar di Simpang
Perlang ditutup. Tolong lah beri kebijakan yang jelas," kata Syahrial
menghubungi bangkapos.com, Kamis (6/2/2014).
Dia berharap, pemda tidak serta
merta menutup pasar di Simpang Perlang. Kehadiran pasar tersebut sangat
membantu warga sekitar melakukan aktivitas jual beli.
Ditambahkan kepala lingkungan
pasar Simpang Perlang, Sopyan, juga mempertanyakan, kebijakan Pemda tersebut.
Pasalnya tanpa kejelasan yang jelas tiba-tiba mengusulkan agar pasar ditutup
selama empat hari dan hanya beroperasi selama tiga hari saja.
"Pak camat datang ke kami
agar, pasar stop. Dan diusulkan hanya beroperasi selama tiga hari. Sedangkan
empat harinya, tidak. Ini, mau dikemanakan dagangan sayurnya, ikannya, karena
akan busuk, bisa dibuang. Saya pusing juga, saya hanya membela masyarakat
banyak," ujarnya. Dikatakan, Sopyan,
pasar ini, merupakan bantuan dari PNPM. Bahkan, selama satu hingga dua bulan
kedepan, para pedagang tidak akan dipungut retribusi, alias gratis.
"Maunya kita tetap setiap
hari. Alasan mau ditutup tidak tahu, kata pak camat atas nama Pemda. Pasar ini, program PNPM dari presiden.
Kalau tidak ada jualan, lebih baik dirobohkan saja," ulasnya.
Sementara itu, kepala Disperindagkop dan UMKM Bateng,
Useng Komara, kepada bangkapos.com, Kamis (6/2/2014) membantah bahwa pemerintah
hendak menutup pasar tersebut.
Kendati demikian, Useng mengaku ada usulan agar pasar tersebut, diatur dan dijadwal untuk penjualannya.
Kendati demikian, Useng mengaku ada usulan agar pasar tersebut, diatur dan dijadwal untuk penjualannya.
"Sebenarnya bukan ditutup.
Tidak mungkin kita menghilangkan mata pencaharian orang. Hanya saja waktu
jadwalnya diatur, apa seminggu tiga kali. Tidak mungkin kita melarang. Kita
hanya menertibkan saja, apalagi, sudah ada pasar modern," ucapnya.
(Penulis: zulkodri, Editor: asmadi)
Sumber: bangkapos.com
Jangan Tutup Pasar Pagi Simpang Perlang!
Sabtu, 08 Februari 2014 02:34 WIB KOBA-Warga Simpang Perlang, Koba, mempertanyakan sikap Pemkab Bangka-Tengah (Bateng) yang berencana menutup pasar PNPM yang berada di kawasan tersebut. Pasalnya pasar tersebut sudah berdiri sejak tahun 2009 lalu.
"Apa alasan Pemda Bateng mau menutup pasar PNPM yang
berlokasi di Simpang Perlang. Jangan hanya karena pasar yang di Berok mau
dibuka, lantas pasar di Simpang Perlang harus ditutup. Bukankah rejeki
masing-masing sudah diatur oleh Allah. Jadi tolong lah beri kebijakan yang
jelas jangan sampai merugikan pihak lain,"ujar salah seorang warga Simpang
Perlang, Syahrial kepada RB, Kamis (6/2).
Hal yang sama dipertanyakan Kepala Lingkungan Simpang Perlang, Sopian. Menurut Sopian tanpa kejelasan yang jelas, tiba-tiba pemda mengusulkan agar pasar ditutup selama empat hari dan hanya beroperasi selama tiga hari saja dalam sepekannya.
"Pak Camat datang ke kami Kamis (6/2) kemarin dan menghimbau agar pasar PNPM Simpang Perlang dan aktivitasnya untuk stop beroperasi sepekan penuh. Dan diusulkannya hanya beroperasi selama tiga hari saja. Sedangkan empat harinya tidak beroperasi. Jika demikian kejadiannya, maka mau dikemanakan barang dagangan para pedagang seperti sayur mayur, ikan dan lainnya selama 4 harinya?. Karena tentunya barang tersebut akan busuk dan terbuang saja. Saya hanya menyampaikan aspirasi masyarakat banyak dan pedagang di pasar ini,"ujarnya.
Diungkapkan, Sopian, bangunan pasar tersebut merupakan bantuan dari PNPM. Bahkan, selama satu hingga dua bulan kedepan, para pedagang tidak akan dipungut retribusi alias gratis.
"Maunya masyarakat kita, agar aktivitas pasar tetap berjualan setiap hari. Alasan pastinya mau ditutup kita tidak tahu. Sebab kata Pak Camat Koba, Mulyanto, atas nama Pemda Bateng mengatakan pasar ini, adalah program PNPM dari presiden. Namun kalau tidak ada jualan, maka lebih baik ditutup saja,"ulasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Pemkab Bateng, Useng Komara membenarkan ada usulan agar pasar tersebut diatur dan dijadwal untuk penjualannya. Meskipun membantah akan menurut pasar tersebut selamanya. "Perlu diluruskan, sebenarnya pasar di Simpang Perlang tersebut bukannya mau ditutup, karena tidak mungkin kita menghilangkan mata pencaharian orang. Melainkan waktu dijadwalkan dalam seminggu, tiga kali saja beroperasi. Tidak mungkin kita melarang. Kita hanya menertibkan saja, apalagi saat ini sudah ada pasar modern yang telah beroperasi di Koba," pungkasnya kepada RB Jumat (7/2) kemarin.(and)
Hal yang sama dipertanyakan Kepala Lingkungan Simpang Perlang, Sopian. Menurut Sopian tanpa kejelasan yang jelas, tiba-tiba pemda mengusulkan agar pasar ditutup selama empat hari dan hanya beroperasi selama tiga hari saja dalam sepekannya.
"Pak Camat datang ke kami Kamis (6/2) kemarin dan menghimbau agar pasar PNPM Simpang Perlang dan aktivitasnya untuk stop beroperasi sepekan penuh. Dan diusulkannya hanya beroperasi selama tiga hari saja. Sedangkan empat harinya tidak beroperasi. Jika demikian kejadiannya, maka mau dikemanakan barang dagangan para pedagang seperti sayur mayur, ikan dan lainnya selama 4 harinya?. Karena tentunya barang tersebut akan busuk dan terbuang saja. Saya hanya menyampaikan aspirasi masyarakat banyak dan pedagang di pasar ini,"ujarnya.
Diungkapkan, Sopian, bangunan pasar tersebut merupakan bantuan dari PNPM. Bahkan, selama satu hingga dua bulan kedepan, para pedagang tidak akan dipungut retribusi alias gratis.
"Maunya masyarakat kita, agar aktivitas pasar tetap berjualan setiap hari. Alasan pastinya mau ditutup kita tidak tahu. Sebab kata Pak Camat Koba, Mulyanto, atas nama Pemda Bateng mengatakan pasar ini, adalah program PNPM dari presiden. Namun kalau tidak ada jualan, maka lebih baik ditutup saja,"ulasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Pemkab Bateng, Useng Komara membenarkan ada usulan agar pasar tersebut diatur dan dijadwal untuk penjualannya. Meskipun membantah akan menurut pasar tersebut selamanya. "Perlu diluruskan, sebenarnya pasar di Simpang Perlang tersebut bukannya mau ditutup, karena tidak mungkin kita menghilangkan mata pencaharian orang. Melainkan waktu dijadwalkan dalam seminggu, tiga kali saja beroperasi. Tidak mungkin kita melarang. Kita hanya menertibkan saja, apalagi saat ini sudah ada pasar modern yang telah beroperasi di Koba," pungkasnya kepada RB Jumat (7/2) kemarin.(and)
Sumber : http://www.radarbangka.co.id/
Senin, 17 Februari 2014
FASILITASI PROGRAM BUAT KELOMPOK SPP
S
|
alah satu bentuk fasilitasi Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan yang lebih diakrabi oleh
masyarakat dengan nama PNPM MPd. menyelenggarakan kegiatan Pelatihan
Peningkatan Kapasitas Pengurus Kelompok SPP. Inilah yang dilakukan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Mitra Sejati Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.
K
|
egiatan Pelatihan diselenggarakan
Tim Pengelola DOK (TPD) dari Dana Operasional
Kegiatan (DOK) Pelatihan PNPM MPd. Kecamatan Koba yang diketua oleh Nasir dan dibantu oleh Yuniana
dan Ari selaku pelaksana kegiatan ini
berlangsung pada Selasa, 19 November 2013 dimulai pukul 09.00, bertempat di Gedung TPA Kelurahan
Koba.
P
|
elatihan
yang dihadiri oleh semua ketua atau perwakilan kelompok itu memang hanya
diperuntukkan satu orang satu kelompok, mengingat
keterbatasan dana yang dianggarkan dalam DOK Pelatihan tahun 2013 ini. Namun, animo peserta cukup mengembirakan,
karena semua kelompok mengutuskan
perwakilannya dalam pelatihan tersebut. Bahkan ada kelompok yang mengutus anggota
sebagai peserta lebih dari satu orang, sehingga daya tampung ruangan kurang mencukupi.
P
|
elatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus
Kelompok SPP yang diselenggarakan pada November 2013, memang mengalami keterlambatan, karena ada
beberapa permasalahan teknis
yang dialami oleh para Pelaku
PNPM MPd. Kecamatan Koba. Namun, berkat kerjasama dan koordinasi yang baik
antara TPD dan pelaku-pelaku di kecamatan, kegiatan pelatihan dapat
dilaksanakan sesuai dengan rencana.
K
|
egiatan Pelatihan jelas Djunaedy,
S.E., ketua UPK Mitra Sejati, Kecamatan Koba, bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan dan wawasan kelompok SPP. Adapun materi-materi yang
disajikan meliputi Fasilitasi Kelompok, Standar Operasional Prosedur Kelompok SPP, Pembuatan Proposal dan Administrasi keuangan.
S
|
Melakukan yang belumkita ketahui
adalah pintu menuju pengetahuan ”. “Jangan hanya
menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang
tidakmungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda
capai ”.
M
|
ateri lain yang disampaikan
mengenai Fasilitasi Kelompok, yang
terdiri dari beberapa submateri yakni Penguatan Kelembagaan, Penguatan Pengembangan Kegiatan/Usaha
Kelompok, Perubahan Kelompok dan Ketentuan Khusus Kelompok Executing atau Kelompok
Pengelola. Adapun materi yang terakhir yang juga disampaikan Djunaedy, yakni Standar Operasional Prosedur (SOP) Kelompok SPP.
P
|
ada Pelatihan yang berlangsung
sehari ini, para paserta juga difasilitasi dalam penyusunan Proposal Pengajuan Pinjaman
kepada UPK dan Administrasi keuangan yang dijelaskan oleh Ina Primastining, S.E.I,
sekretaris UPK Mitra Sejati Kecamatan Koba yang juga salah satu TPM Kecamatan
Koba.
P
|
ada materi ini para peserta
banyak melakukan dialog interaktif, karena berhubungan dengan praktik baik dalam Penyusunan Proposal dan Administrasi
Keuangan berupa pembuatan
buku kas dan lain-lain.
P
|
da pengujung acara, Nasir, selaku TPD
sekaligus penanggungjawab kegiatan pelatihan ini menyampaikan terima kasih dan
penghargaan kepada para peserta. “Semoga dari pelatihan ini, dapat menambah
wawasan dan pengetahuan ibu-ibu dalam mengembangkan kelompok SPP masing-masing
yang ada di desa atau kelurahan,” harap Nasir di depan puluhan peserta yang
begitu bersemangat mengikuti pelatihan sehari itu.
Rabu, 05 Februari 2014
SANTRI AKHIRNYA BELAJAR DI GEDUNG TPA PERMANEN
![]() |
| ANAK-anak belajar di musalla sebelum dibangun Gedung TPA |
![]() |
| KONDISI Gedung TPA Dusun Bukit Kijang dalam pengerjaan |
PULUHAN anak-anak bermain-main pagi itu,
di halaman lokasi bangunan Gedung Taman Pendidikan Al qur an (TPA) Dusun Bukit
Panjang, Desa Jelutung, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Canda tawa
dan wajah ceria mewarnai suasana menjelang jam belajar-mengajar di gedung yang
cukup megah yang dibangun dari dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd.).
Tak hanya anak-anak Dusun Bukit Panjang
yang demikian bergembira karena akhirnya mereka bisa mempelajari ilmu agama di
gedung yang permanen setelah puluhan tahun, harus belajar berdesakan di musalla
dusun. Para guru dan orangtua serta warga umumnya menyambut gembira terwujudnya
mimpi memiliki gedung TPA sendiri. Dusun Bukit Panjang sendiri terletak
di bagian barat laut Desa Jelutung, dengan jarak kurang lebih 5 km. dari desa
induk. Penduduk Dusun Bukit Panjang sebagian besar adalah pendatang dari pulau
Madura, Jawa Timur, tetapi sudah menetap lama di Dusun Bukit Panjang.
Usulan pembangunan Gedung TPA
awalnya dimulai pada saat pelaksanaan Musyawarah Dusun pada 21 November 2012 di
rumah salah satu warga. Salah satu warga yang juga pengajar TPA di Dusun Bukit
Panjang, yakni Ustazd Marju’in mengusulkan Pembangunan Gedung TPA. “ Kegiatan
belajar-mengajar Taman Pendidikan Al qur an (TPA) di dusun ini sudah
berlangsung kurang lebih sepuluh tahun. Selama itu, anak-anak proses
belajar-mengajar dilaksanakan di musalla, dengan jumlah santri kurang lebih
sebanyak 68 orang dan tenaga pengajar 3 orang,”papar Ustad Marju’in di depan
puluhan warga dan guru-guru TPA.
Selain kegiatan TPA sambung Ustad
Marju’in, di Dusun Bukit Kijang juga ada Madrasah Diniyah (pendidikan khusus
tentang pembelajaran Kitab Kuning atau Arab Gundul). Sesuai dengan tahapan
proses perencanaan kegiatan PNPM MPd. di Desa Jelutung, usulan Pembangunan
Gedung TPA setelah disepakati di Musdus, usulan warga tersebut kembali diajukan
pada Musyawarah Desa Khusus Perempuan (MDKP) pada 29 Desember 2013, dan akhirnya
ditetapkan sebagai Prioritas Usulan dan kemudian disahkan kembali pada
Musyawarah Desa Perencanaan (MDP) pada 29 Januari 2013. Setelah ditetapkan
sebagai prioritas usulan di tingkat desa dan ditetapkan Kader Pemberdayaan
Masyarakat Desa (KPMD), Tim Punulis Usulan (TPU) dan Tim Pengelola Kegiatan
(TPK) pada MDP, dimulailah proses penyusunan proposal usulan tersebut. Kemudian
dilanjutkan dengan Verifikasi Usulan yang berlansung dari 30 Januari 2013
sampai 15 Februari 2013.
Setelah melalui perjuangan dan kebersamaan
para pelaku PNPM MPd. Desa Jelutung, usulan Pembangunan Gedung TPA mendapatkan
ranking dan prioritas kelima pada Musyawarah Antar Desa Prioritas Usulan (MAD)
PNPM MPd. pada 18 Februari 2013. Hingga akhirnya, usulan Pembangunan Gedung TPA
setelah dilakukan survai harga, pengukuran di lokasi dan pembuatan Desain dan
Rencana Anggaran Biaya (RAB) ditetapkan kembali pada MAD Penetapan Usulan (MAD)
dengan mendapatkan volume 6 X 18 m. dan alokasi dana fisik sebesar
Rp.266.946.400 jelas Rusmanti, Ketua TPK Desa Jelutung. Rusmanti didampingi
Sarferi sebagai bendahara TPK dan Dina menjabat sekretaris TPK. Rusmanti
menceritakan bahwa proses Pembangunan Gedung TPA di Dusun Bukit Kijang
berlangsung selama empat bulan dengan empat kali tahapan pencairan.
“Warga begitu antusias dan partisipasi warga amat tinggi terhadap
Pembangunan Gedung TPA ini. Hal ini dibuktikan dengan jumlah warga yang hadir
dalam setiap pelaksanaan musyawarah, bekerja dan berperan langsung mengawasi
pelaksanaan Pembangunan Gedung TPA Bukit Kijang,” papar Rusmanti. Melalui
berbagai tahapan kegiatan musyawarah pertanggungjawaban kegiatan dan pendanaan,
sampailah akhir pembangunan Gedung TPA Bukit Kijang. Untuk menunjukkan rasa
syukur atas selesainya pembangunan dan kelancaran pekerjaan, akhirnya digelar
Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) sebagai tahap akhir pelaksanaan Musyawarah
Desa Pertanggungjawaban. Warga Dusun Bukit Panjang pun menggelar acara
Nganggung, yakni laki – laki dan perempuan bersama-sama membawa makanan dalam
Dulang, yang ditutupi dengan Tudung Saji.
(Isdianti, FK Pemberdayaan Kecamatan
Namang, Bangka Tengah)
PULUHAN anak-anak bermain-main pagi itu,
di halaman lokasi bangunan Gedung Taman Pendidikan Al qur an (TPA) Dusun Bukit
Panjang, Desa Jelutung, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Canda tawa
dan wajah ceria mewarnai suasana menjelang jam belajar-mengajar di gedung yang
cukup megah yang dibangun dari dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd.).
Tak hanya anak-anak Dusun Bukit Panjang
yang demikian bergembira karena akhirnya mereka bisa mempelajari ilmu agama di
gedung yang permanen setelah puluhan tahun, harus belajar berdesakan di musalla
dusun. Para guru dan orangtua serta warga umumnya menyambut gembira terwujudnya
mimpi memiliki gedung TPA sendiri. Dusun Bukit Panjang sendiri terletak
di bagian barat laut Desa Jelutung, dengan jarak kurang lebih 5 km. dari desa
induk. Penduduk Dusun Bukit Panjang sebagian besar adalah pendatang dari pulau
Madura, Jawa Timur, tetapi sudah menetap lama di Dusun Bukit Panjang.
Usulan pembangunan Gedung TPA
awalnya dimulai pada saat pelaksanaan Musyawarah Dusun pada 21 November 2012 di
rumah salah satu warga. Salah satu warga yang juga pengajar TPA di Dusun Bukit
Panjang, yakni Ustazd Marju’in mengusulkan Pembangunan Gedung TPA. “ Kegiatan
belajar-mengajar Taman Pendidikan Al qur an (TPA) di dusun ini sudah
berlangsung kurang lebih sepuluh tahun. Selama itu, anak-anak proses
belajar-mengajar dilaksanakan di musalla, dengan jumlah santri kurang lebih
sebanyak 68 orang dan tenaga pengajar 3 orang,”papar Ustad Marju’in di depan
puluhan warga dan guru-guru TPA.
Selain kegiatan TPA sambung Ustad
Marju’in, di Dusun Bukit Kijang juga ada Madrasah Diniyah (pendidikan khusus
tentang pembelajaran Kitab Kuning atau Arab Gundul). Sesuai dengan tahapan
proses perencanaan kegiatan PNPM MPd. di Desa Jelutung, usulan Pembangunan
Gedung TPA setelah disepakati di Musdus, usulan warga tersebut kembali diajukan
pada Musyawarah Desa Khusus Perempuan (MDKP) pada 29 Desember 2013, dan akhirnya
ditetapkan sebagai Prioritas Usulan dan kemudian disahkan kembali pada
Musyawarah Desa Perencanaan (MDP) pada 29 Januari 2013. Setelah ditetapkan
sebagai prioritas usulan di tingkat desa dan ditetapkan Kader Pemberdayaan
Masyarakat Desa (KPMD), Tim Punulis Usulan (TPU) dan Tim Pengelola Kegiatan
(TPK) pada MDP, dimulailah proses penyusunan proposal usulan tersebut. Kemudian
dilanjutkan dengan Verifikasi Usulan yang berlansung dari 30 Januari 2013
sampai 15 Februari 2013.
Setelah melalui perjuangan dan kebersamaan
para pelaku PNPM MPd. Desa Jelutung, usulan Pembangunan Gedung TPA mendapatkan
ranking dan prioritas kelima pada Musyawarah Antar Desa Prioritas Usulan (MAD)
PNPM MPd. pada 18 Februari 2013. Hingga akhirnya, usulan Pembangunan Gedung TPA
setelah dilakukan survai harga, pengukuran di lokasi dan pembuatan Desain dan
Rencana Anggaran Biaya (RAB) ditetapkan kembali pada MAD Penetapan Usulan (MAD)
dengan mendapatkan volume 6 X 18 m. dan alokasi dana fisik sebesar
Rp.266.946.400 jelas Rusmanti, Ketua TPK Desa Jelutung. Rusmanti didampingi
Sarferi sebagai bendahara TPK dan Dina menjabat sekretaris TPK. Rusmanti
menceritakan bahwa proses Pembangunan Gedung TPA di Dusun Bukit Kijang
berlangsung selama empat bulan dengan empat kali tahapan pencairan.
“Warga begitu antusias dan partisipasi warga amat tinggi terhadap
Pembangunan Gedung TPA ini. Hal ini dibuktikan dengan jumlah warga yang hadir
dalam setiap pelaksanaan musyawarah, bekerja dan berperan langsung mengawasi
pelaksanaan Pembangunan Gedung TPA Bukit Kijang,” papar Rusmanti. Melalui
berbagai tahapan kegiatan musyawarah pertanggungjawaban kegiatan dan pendanaan,
sampailah akhir pembangunan Gedung TPA Bukit Kijang. Untuk menunjukkan rasa
syukur atas selesainya pembangunan dan kelancaran pekerjaan, akhirnya digelar
Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) sebagai tahap akhir pelaksanaan Musyawarah
Desa Pertanggungjawaban. Warga Dusun Bukit Panjang pun menggelar acara
Nganggung, yakni laki – laki dan perempuan bersama-sama membawa makanan dalam
Dulang, yang ditutupi dengan Tudung Saji.
(Isdianti, FK Pemberdayaan Kecamatan
Namang, Bangka Tengah)
Langganan:
Postingan (Atom)




