Entri Populer

Jumat, 28 Februari 2014

RAPAT KOORDINASI PNPM MPd.PROVINSI

RAPAT Koordinasi (Rakor) dua bulanan 

Keberlanjutan PNPM Mandiri Perdesaan

TAM Online

PELATIHAN MANDIRI FASILITATOR KECAMATAN 2014


Lima FK PNPM MPd. Bangka Belitung Ikuti Pelatihan Mandiri

LIMA FK (2 FKT dan 3 FKT) PNPM MPd. Kep.Bangka Belitung, hasil rekrutmen November 2013, tampak sedang mengikuti materi Pembelajaran Mandiri, dalam Pelatihan Mandiri FK, di ruangan kantor RMC II Kep.Bangka Belitung, Kota Pangkalpinang.(dok.Sp.KIE Babel, Februari 2014)

Untuk lebih memperkuat kemampuan mendampingi masyarakat, lima Fasilitator Kecamatan (FK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd.) hasil rekrutmen pada November 2013 mengikuti Pelatihan Mandiri FK, selama dua hari Senin dan Selasa (10-11/2), bertempat di Kantor Koordinator Provinsi PNPM MPd. Kepulauan Bangka Belitung, jalan Melati, Kelurahan Bukit Merapin, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang.  

Peserta terdiri dari 3 FK Pemberdayaan dan 2 FK Teknik, yang berasal dari Kecamatan Pangkalan Baru (Bangka Tengah), Kelapa dan Jebus (Bangka Barat), Dendang dan Simpang Renggiang (Belitung Timur). Kelima FK tersebut merupakan hasil rekrutmen pada November 2013 dan sudah dinyatakan lulus untuk memfasilitasi proses perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian/pemeliharaan kegiatan.

Bertindak sebagai narasumber Pelatihan Mandiri tersebut, yakni Nanang Legowo (Koorprov PNPM MPd. Kepulauan Bangka Belitung), Sutrisno (Spesialis Management Information System/MIS), Helmi Fauzi (Spesialis Komunikasi, Informasi dan Edukasi), Mulyono (Fasilitator Kabupaten PNPM MPd.Integrasi Belitung Timur), dan Elvi Juniarti (Fasilitator Kabupaten Teknik Bangka Tengah). 

Adapun materi yang disampaikan kata Koordinator Provinsi (Korprov) PNPM MPd.Kepulauan Bangka Belitung, Nanang Legowo pada hari pertama, Senin (10/2), meliputi Pokok-pokok Kebijakan PNPM MPd., Tugas Pokok Fasilitator Kecamatan (Pemberdayaan dan Teknik), Teknik Dasar Fasilitasi, 77 Atribut Fasilitator, Etika Fasilitasi dan Kode Etik Fasilitator.

Pada hari kedua (11/02) khusus kelas FK Pemberdayaan mendapat materi tentang Kerangka Dasar Pembentukan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Administrasi dan Keuangan UPK, Pengelolaan Pelatihan Masyarakat, Pencairan Bantuan Langsung Masyarakat dan Dana Operasional Kegiatan (DOK) PNPM MPd., dan Pembelajaran Mandiri. Sedangkan FK Teknik pada hari kedua diberikan materi tentang Administrasi Kegiatan Infrastruktur, Pengadaan Barang dan Jasa, Pengenalan Struktur Utama, Perencanaan, Pengelolaan dan Pengawasan Kegiatan Infrastruktur dan Laporan Akhir dan Pemeliharaan. 


INFO BLM PNPM MPd.2014

Pemkab Babar Peroleh Dana PNPM Perdesaan Rp 4,4 Miliar


Muntok, TAM Online - Kabupaten Bangka Barat memperoleh dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Perdesaan sebesar Rp 4,4 miliar.

"Dana tersebut bersumber dari APBN 2014 sebesar Rp 3,4 miliar dan dana pendamping dari APBD Babar Rp 1 miliar," kata Sidarta Gautama, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bangka Barat, Selasa (11/2/2014).

Ia menjelaskan, dana ini belum termasuk dana operasional kegiatan (DOK) yang juga berasal dari APBN 2014 karena belum memperoleh informasi lanjutan mengenai besaran DOK yang akan diterima pada tahun 2014.

Ia merincikan, dana Rp 3,4 miliar itu dialokasikan untuk program Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang dilaksanakan melalui PNPM Mandiri Perdesaan.

BLM, menurut Sidarta, adalah kegiatan yang diusulkan masyarakat melalui musyawarah dengan melakukan perankingan untuk menentukan kegiatan yang mendapat skala prioritas.

MDST Desa Mancung

                                       BUPATI BANGKA BARAT HADIRI MDST JALAN PNPM                                     PETITI DAN JEMBATAN DI KEBUN KARET
              
MERASA jenuh dengan tempat dan suasana pelaksanaan Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd.) yang biasa dilaksanakan di kantor desa atau rumah penduduk, didukung warga setempat pengurus Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Mancung, Kecamatan Kelapa, Bangka Barat, menggelar MDST Pembangunan Jalan PNPM Petiti (Jalan Puru) dan Jembatan tahun anggaran (T.A.) 2013, di kawasan perkebunan karet, Sabtu (15/02) lalu.

Pelaksanaan MDST semakin istimewa, karena dihadiri Bupati Bangka Barat, Ustad, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Pemerintah Desa Bangka Barat. Undangan kepada Bupati meski tak melalui undangan resmi, namun menyempatkan mengikut MDST dibarengi mulai awal musyawarah hingga akhir acara. Turut hadir dalam MDST yang dibarengi dengan Musyawarah Desa Informasi Hasil Musyawarah Antar Desa Prioritas Usulan (MD III) T.A. 2014, Spesialis KIE Kepulauan Bangka Belitung, Helmi Fauzi, Fasilitator Kecamatan (FK) Teknik (Jabeslin), FK Pemberdayaan Kelapa (Mimalin Titah), Asisten FK Pemberdayaan Kelapa (..), FK Pemberdayaan Jebus, Supanto Nugroho, pengurus UPK Kelapa, Tim Pengelola Kegiatan, tokoh masyarakat dan warga di sekitar lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Kades Mancung, Karman, mengucapkan terima kasih, karena sejak PNPM MPd. pada 2007, cukup banyak kegiatan Desa Mancung memperoleh kesempatan mengelola dana BLM baik fisik maupun SPP, yang  dilaksanakan di desanya.  ”Tahun 2008, kami dapat Pembangunan Gedung Posyandu, pada 2009 mendapat Gedung PAUD, 2010 kosong, lalu pada 2011 ada kegiatan jalan dan 2013 kami mendapat dana Pembangunan Jalan Puru.

Sebagai bentuk penghargaan Pembangunan Jalan Puru kami namakan Jalan PNPM Petiti dan Jembatan. Sebelum ada PNPM MPd., jalan yang akan kita bupati resmikan ini adalah sentra perekonomian warga, yang selalu dalam keadaan becek dan susah dilewati jika hujan. Jembatan hanya bisa dilewati satu motor. Itu pun jika hari tidak hujan,” ungkap Karman dengan wajah gembira.

Karena itu, dia mengharapkan warga dapat memelihara jalan,  jembatan dan gorong-gorong yang sudah dikerjakan warga setempat. Apalagi yang menikmati jalan dan jembatan berasal dari Desa Mancung dan Sinar Sari. ”Setiap hari sekitar 10 ton, warga dapat mengangkut dan mengeluarkan hasil karet. ”

Bupati Bangka Barat, ..mengaku bahagia sekali dan bangga bisa menghadiri  proses MDST dari awal. ”Saya pernah menghadiri peresmian Gedung TPA di Pangkalan Beras tahun 2012. Tapi, saya tidak mengetahui proses musyawarah sebelum peresmian. Beginilah seharusnya perencanaan pembangunan yang partisipatif. Masyarakat sejak awal merencanakan dan mengetahui sejak awal usulan dan biaya pembangunan yang akan dikerjakan,” ungkap Bupati.

Menurut Bupati yang pernah kursus selama 40 hari di Universitas Hardvard, Amerika Serikat itu,  kunci kesuksesan pembangunan yang partisipatif adalah kekompakan semua unsur masyarakat.  ”Jangan malah terpecah-pecah sampai ada 3 kelompok.



Rabu, 26 Februari 2014

INFO BERITA

Warga Simpang Perlang Minta Pemda Tidak Menutup Pasar PNPM
Kamis, 6 Februari 2014 21:16 WIB
Laporan Wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Warga Simpang Perlang, Bangka Tengah (Bateng), Syahrial mempertanyakan sikap pemda yang berencana menutup pasar PNPM di Simpang Perlang. Padahal, pasar tersebut, sudah berdiri sejak tahun 2009 lalu. Meski aktivitas tidak begitu ramai, namun warga berharap pasar tersebut tetap berdiri.

"Apa alasan pemda menutup pasar PNPM. Infonya karena pasar yang di Berok mau buka, jadi pasar di Simpang Perlang ditutup. Tolong lah beri kebijakan yang jelas," kata Syahrial menghubungi bangkapos.com, Kamis (6/2/2014).
Dia berharap, pemda tidak serta merta menutup pasar di Simpang Perlang. Kehadiran pasar tersebut sangat membantu warga sekitar melakukan aktivitas jual beli.
Ditambahkan kepala lingkungan pasar Simpang Perlang, Sopyan, juga mempertanyakan, kebijakan Pemda tersebut. Pasalnya tanpa kejelasan yang jelas tiba-tiba mengusulkan agar pasar ditutup selama empat hari dan hanya beroperasi selama tiga hari saja.
"Pak camat datang ke kami agar, pasar stop. Dan diusulkan hanya beroperasi selama tiga hari. Sedangkan empat harinya, tidak. Ini, mau dikemanakan dagangan sayurnya, ikannya, karena akan busuk, bisa dibuang. Saya pusing juga, saya hanya membela masyarakat banyak," ujarnya. Dikatakan, Sopyan, pasar ini, merupakan bantuan dari PNPM. Bahkan, selama satu hingga dua bulan kedepan, para pedagang tidak akan dipungut retribusi, alias gratis.
"Maunya kita tetap setiap hari. Alasan mau ditutup tidak tahu, kata pak camat atas nama Pemda. Pasar ini, program PNPM dari presiden. Kalau tidak ada jualan, lebih baik dirobohkan saja," ulasnya. Sementara itu, kepala Disperindagkop dan UMKM Bateng, Useng Komara, kepada bangkapos.com, Kamis (6/2/2014) membantah bahwa pemerintah hendak menutup pasar tersebut.
Kendati demikian, Useng mengaku ada usulan agar pasar tersebut, diatur dan dijadwal untuk penjualannya.
"Sebenarnya bukan ditutup. Tidak mungkin kita menghilangkan mata pencaharian orang. Hanya saja waktu jadwalnya diatur, apa seminggu tiga kali. Tidak mungkin kita melarang. Kita hanya menertibkan saja, apalagi, sudah ada pasar modern," ucapnya.  
(Penulis: zulkodri, Editor: asmadi)
Sumber: bangkapos.com


Jangan Tutup Pasar Pagi Simpang Perlang!
Sabtu, 08 Februari 2014 02:34 WIB 

KOBA-Warga Simpang Perlang, Koba, mempertanyakan sikap Pemkab Bangka-Tengah (Bateng) yang berencana menutup pasar PNPM yang berada di kawasan tersebut. Pasalnya pasar tersebut sudah berdiri sejak tahun 2009 lalu.
    "Apa alasan Pemda Bateng mau menutup pasar PNPM yang berlokasi di Simpang Perlang. Jangan hanya karena pasar yang di Berok mau dibuka, lantas pasar di Simpang Perlang harus ditutup. Bukankah rejeki masing-masing sudah diatur oleh Allah. Jadi tolong lah beri kebijakan yang jelas jangan sampai merugikan pihak lain,"ujar salah seorang warga Simpang Perlang, Syahrial kepada RB, Kamis (6/2). 
    Hal yang sama dipertanyakan Kepala Lingkungan Simpang Perlang, Sopian. Menurut Sopian tanpa kejelasan yang jelas, tiba-tiba pemda mengusulkan agar pasar ditutup selama empat hari dan hanya beroperasi selama tiga hari saja dalam sepekannya.
    "Pak Camat datang ke kami Kamis (6/2) kemarin dan menghimbau agar pasar PNPM Simpang Perlang dan aktivitasnya untuk stop beroperasi sepekan penuh. Dan diusulkannya hanya beroperasi selama tiga hari saja. Sedangkan empat harinya tidak beroperasi. Jika demikian kejadiannya, maka mau dikemanakan barang dagangan para pedagang seperti sayur mayur, ikan dan lainnya selama 4 harinya?. Karena tentunya barang tersebut akan busuk dan terbuang saja. Saya hanya menyampaikan aspirasi masyarakat banyak dan pedagang di pasar ini,"ujarnya.
    Diungkapkan, Sopian, bangunan pasar tersebut merupakan bantuan dari PNPM. Bahkan, selama satu hingga dua bulan kedepan, para pedagang tidak akan dipungut retribusi alias gratis.

    "Maunya masyarakat kita, agar aktivitas pasar tetap berjualan setiap hari. Alasan pastinya mau ditutup kita tidak tahu. Sebab kata Pak Camat Koba, Mulyanto, atas nama Pemda Bateng mengatakan pasar ini, adalah program PNPM dari presiden. Namun kalau tidak ada jualan, maka lebih baik ditutup saja,"ulasnya.
    Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Pemkab Bateng, Useng Komara membenarkan ada usulan agar pasar tersebut diatur dan dijadwal untuk penjualannya. Meskipun membantah akan menurut pasar tersebut selamanya.  "Perlu diluruskan, sebenarnya pasar di Simpang Perlang tersebut bukannya mau ditutup, karena tidak mungkin kita menghilangkan mata pencaharian orang. Melainkan waktu dijadwalkan dalam seminggu, tiga kali saja beroperasi. Tidak mungkin kita melarang. Kita hanya menertibkan saja, apalagi saat ini sudah ada pasar modern yang telah beroperasi di Koba," pungkasnya kepada RB Jumat (7/2) kemarin.(and)
Sumber : http://www.radarbangka.co.id/

Senin, 17 Februari 2014

FASILITASI PROGRAM BUAT KELOMPOK SPP


S
alah satu bentuk fasilitasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan yang lebih diakrabi oleh masyarakat dengan nama PNPM MPd. menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Kelompok SPP. Inilah yang dilakukan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Mitra Sejati Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.

K
egiatan Pelatihan diselenggarakan  Tim Pengelola DOK (TPD) dari Dana Operasional Kegiatan (DOK) Pelatihan PNPM MPd. Kecamatan Koba yang diketua oleh Nasir dan dibantu oleh Yuniana dan Ari selaku pelaksana kegiatan  ini berlangsung pada Selasa, 19 November 2013 dimulai pukul  09.00, bertempat di Gedung TPA Kelurahan Koba.

P
elatihan yang dihadiri oleh semua ketua atau perwakilan kelompok itu memang hanya diperuntukkan satu orang satu kelompok, mengingat keterbatasan dana yang dianggarkan dalam DOK Pelatihan tahun 2013 ini.  Namun, animo peserta cukup mengembirakan, karena  semua kelompok mengutuskan perwakilannya dalam pelatihan tersebut. Bahkan ada kelompok yang mengutus anggota sebagai peserta lebih dari satu orang, sehingga daya tampung ruangan kurang  mencukupi.

P
elatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Kelompok SPP yang diselenggarakan pada November  2013,  memang mengalami keterlambatan, karena ada beberapa permasalahan teknis yang dialami oleh para Pelaku PNPM MPd. Kecamatan Koba. Namun, berkat kerjasama dan koordinasi yang baik antara TPD dan pelaku-pelaku di kecamatan, kegiatan pelatihan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana.

K
egiatan Pelatihan jelas Djunaedy, S.E., ketua UPK Mitra Sejati, Kecamatan Koba, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kelompok SPP. Adapun materi-materi yang disajikan meliputi Fasilitasi Kelompok, Standar Operasional Prosedur Kelompok SPP, Pembuatan Proposal dan Administrasi keuangan.

S
esi pertama Pelatihan diisi oleh Tenaga Pelatih Masyarakat (TPM), Djunaedy. Pada sesi ini, dia lebih banyak memberikan motivasi pada Ibu-ibu untuk terus mengembangkan kemampuan diri.  ”Ibu-ibu jangan tidak terpaku dengan keadaan dan situasi yang sudah ada di kelompok, “ kata Djunaedy sambil mengutip dua kata bijak  mengutip dari salah satu tokoh motivator nasional yang sedang trend, yaitu Mario Teguh :  “Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ?
Melakukan yang belumkita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan ”. “Jangan hanya menghindari yang tidak  mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidakmungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai ”.

M
ateri lain yang disampaikan mengenai Fasilitasi Kelompok,  yang terdiri dari beberapa submateri yakni Penguatan Kelembagaan,  Penguatan Pengembangan Kegiatan/Usaha Kelompok, Perubahan Kelompok dan Ketentuan Khusus Kelompok Executing atau Kelompok Pengelola.  Adapun materi yang terakhir yang juga disampaikan Djunaedy, yakni Standar Operasional  Prosedur (SOP) Kelompok SPP.

P
ada Pelatihan yang berlangsung sehari ini, para paserta juga difasilitasi dalam penyusunan Proposal Pengajuan Pinjaman kepada UPK dan Administrasi keuangan yang dijelaskan oleh Ina Primastining, S.E.I, sekretaris UPK Mitra Sejati Kecamatan Koba yang juga salah satu TPM Kecamatan Koba.

P
ada materi ini para peserta banyak melakukan dialog interaktif, karena berhubungan dengan praktik baik dalam Penyusunan Proposal dan Administrasi Keuangan berupa pembuatan buku kas dan lain-lain.

P
 da pengujung acara, Nasir, selaku TPD sekaligus penanggungjawab kegiatan pelatihan ini menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para peserta. “Semoga dari pelatihan ini, dapat menambah wawasan dan pengetahuan ibu-ibu dalam mengembangkan kelompok SPP masing-masing yang ada di desa atau kelurahan,” harap Nasir di depan puluhan peserta yang begitu bersemangat mengikuti pelatihan sehari itu.








Rabu, 05 Februari 2014

SANTRI AKHIRNYA BELAJAR DI GEDUNG TPA PERMANEN

ANAK-anak belajar di musalla sebelum dibangun Gedung TPA 
KONDISI Gedung TPA Dusun Bukit Kijang dalam pengerjaan 


PULUHAN anak-anak bermain-main pagi itu, di halaman lokasi bangunan Gedung Taman Pendidikan Al qur an (TPA) Dusun Bukit Panjang, Desa Jelutung, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Canda tawa dan wajah ceria mewarnai suasana menjelang jam belajar-mengajar di gedung yang cukup megah yang dibangun dari dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd.).

Tak hanya anak-anak Dusun Bukit Panjang yang demikian bergembira karena akhirnya mereka bisa mempelajari ilmu agama di gedung yang permanen setelah puluhan tahun, harus belajar berdesakan di musalla dusun. Para guru dan orangtua serta warga umumnya menyambut gembira terwujudnya mimpi memiliki gedung TPA sendiri. Dusun Bukit Panjang sendiri terletak di bagian barat laut Desa Jelutung, dengan jarak kurang lebih 5 km. dari desa induk. Penduduk Dusun Bukit Panjang sebagian besar adalah pendatang dari pulau Madura, Jawa Timur, tetapi sudah menetap lama di Dusun Bukit Panjang

Usulan pembangunan Gedung TPA awalnya dimulai pada saat pelaksanaan Musyawarah Dusun pada 21 November 2012 di rumah salah satu warga. Salah satu warga yang juga pengajar TPA di Dusun Bukit Panjang, yakni Ustazd Marju’in mengusulkan Pembangunan Gedung TPA. “ Kegiatan belajar-mengajar Taman Pendidikan Al qur an (TPA) di dusun ini sudah berlangsung kurang lebih sepuluh tahun. Selama itu, anak-anak proses belajar-mengajar dilaksanakan di musalla, dengan jumlah santri kurang lebih sebanyak 68 orang dan tenaga pengajar 3 orang,”papar Ustad Marju’in di depan puluhan warga dan guru-guru TPA. 

Selain kegiatan TPA sambung Ustad Marju’in, di Dusun Bukit Kijang juga ada Madrasah Diniyah (pendidikan khusus tentang pembelajaran Kitab Kuning atau Arab Gundul). Sesuai dengan tahapan proses perencanaan kegiatan PNPM MPd. di Desa Jelutung, usulan Pembangunan Gedung TPA setelah disepakati di Musdus, usulan warga tersebut kembali diajukan pada Musyawarah Desa Khusus Perempuan (MDKP) pada 29 Desember 2013, dan akhirnya ditetapkan sebagai Prioritas Usulan dan kemudian disahkan kembali pada Musyawarah Desa Perencanaan (MDP) pada 29 Januari 2013. Setelah ditetapkan sebagai prioritas usulan di tingkat desa dan ditetapkan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), Tim Punulis Usulan (TPU) dan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) pada MDP, dimulailah proses penyusunan proposal usulan tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan Verifikasi Usulan yang berlansung dari 30 Januari 2013 sampai 15 Februari 2013. 

Setelah melalui perjuangan dan kebersamaan para pelaku PNPM MPd. Desa Jelutung, usulan Pembangunan Gedung TPA mendapatkan ranking dan prioritas kelima pada Musyawarah Antar Desa Prioritas Usulan (MAD) PNPM MPd. pada 18 Februari 2013. Hingga akhirnya, usulan Pembangunan Gedung TPA setelah dilakukan survai harga, pengukuran di lokasi dan pembuatan Desain dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) ditetapkan kembali pada MAD Penetapan Usulan (MAD) dengan mendapatkan volume 6 X 18 m. dan alokasi dana fisik sebesar Rp.266.946.400 jelas Rusmanti, Ketua TPK Desa Jelutung. Rusmanti didampingi Sarferi sebagai bendahara TPK dan Dina menjabat sekretaris TPK. Rusmanti menceritakan bahwa proses Pembangunan Gedung TPA di Dusun Bukit Kijang berlangsung selama empat bulan dengan empat kali tahapan pencairan. 

“Warga begitu antusias dan partisipasi warga amat tinggi terhadap Pembangunan Gedung TPA ini. Hal ini dibuktikan dengan jumlah warga yang hadir dalam setiap pelaksanaan musyawarah, bekerja dan berperan langsung mengawasi pelaksanaan Pembangunan Gedung TPA Bukit Kijang,” papar Rusmanti. Melalui berbagai tahapan kegiatan musyawarah pertanggungjawaban kegiatan dan pendanaan, sampailah akhir pembangunan Gedung TPA Bukit Kijang. Untuk menunjukkan rasa syukur atas selesainya pembangunan dan kelancaran pekerjaan, akhirnya digelar Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) sebagai tahap akhir pelaksanaan Musyawarah Desa Pertanggungjawaban. Warga Dusun Bukit Panjang pun menggelar acara Nganggung, yakni laki – laki dan perempuan bersama-sama membawa makanan dalam Dulang, yang ditutupi dengan Tudung Saji.

(Isdianti, FK Pemberdayaan Kecamatan Namang, Bangka Tengah)