Entri Populer

Rabu, 01 Januari 2014

Harian Kompas

kompas.com

Website Pemkab Belitung Timur

www.belitungtimurkab.go.id

Website Pemkab Bangka Tengah

www.bangkatengahkab.go.id

Website Pemkab Bangka Barat

www.bangkabarat.kab.go.id

Bangkapos.com

bangka pos.com

SADAP MENUJU DUSUN MANDIRI BERBASIS KEARIFAN LOKAL


Prolog Pengembangan Dusun dan Desa

SADAP adalah salah satu dusun yang berada di Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah.Desa ini memiliki panorama alam  yang memesona, dikelilingi bukit-bukit  yang menghijau dan terkesan sejuk dengan udara yang segar. 

Masyarakat  Dusun Sadap hidup dengan kesahajaan dan berusaha searif mungkin memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Beberapa bagian dusun terlihat ada sisa-sisa kemakmuran zaman keemasan timah. Pasir putih yang mengelilingi kubahan-kubahan air sisa pengerukan timah atau tambang inkonvensional (TI) dan hasil reboisasi dalam usaha pengembalian keselarasan alam. Kubahan-kubahan air tersebut ternyata kemudian membentuk danau-danau kecil atau warga setempat menyebut kulong-kulong buatan  yang indah dan harmonis apalagi jika dipadukan dengan jajaran bukit-bukit kecil yang berada di sekelilingnya.

Penghasilan sebagian besar masyarakat Dusun Sadap dalam bidang pertanian dan sebagian kecil sebagai penambang timah. Menjadi penambang timah memang masih menjadi  pilihan instan warga dalam memeroleh  pendapatan. Meski menimbulkan pertanyaan : benarkah ini merupakan alternatif terakhir dalam memperjuangkan penghasilan ? Indah dari sisi kondisi pemandangan alam sekarang. Entah untuk lima atau sepuluh tahun mendatang? Masihkah kita menemukan dusun Sadap seperti sekarang atau bahkan semakin tergerus oleh  keberadaan  tambang – tambang  timah ?

Sayang, kalau sampai  terkontaminasi oleh keinginan-keinginan sesaat  yang tidak memikirkan kebutuhan masa depan. Konsep pengembangan perdesaan berbasisi kearifan lokal dan alam menjadi pemikiran yang tetap harus diperjuangkan mulai dari sekarang.Kalau tidak sekarang kapan lagi?

Dusun sederhana ini memiliki sumber mata air dari perbukitan yang mengalir terus-menerus  melalui pipasasi dan tak pernah kering sepanjang tahun. Seluruh masyarakat dusun bisa mendapatkan sarana air bersih dan bergotong royong dalam pemeliharaan dengan membayar iuran per bulan. Demikian juga dengan kebutuhan listrik dusun dapat dipenuhi dengan memanfaatkan sumber air yang ada berupa Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hidro (PLTMH). Suatu kebijakan pembangunan berbasisi kearifan lokal.

Dusun Sadap dengan kesahajaan berbasis kearifan lokal, semoga saja dapat dipertahankan dan dikembangkan menjadi dusun yang memiliki visi dan misi sesuai dengan potensi kedaerahan dusun tersebut. Kejelian masyarakat dan pemerintah daerah dalam pengembangan dusun ini  kedepan akan sangat membantu terwujudnya “Masyarakat Madani”  yang menjadi harapan seluruh masyarakat Dusun Sadap. Semoga.

(Yurizal Mansyur, Fasilitator KabupatenPNPM MPd Bangka Tengah)



SISWA TPA DUSUN SADAP NIKMATI BELAJAR DI GEDUNG PERMANEN

Berkah Masuknya PNPM MPd.

                                            
MASYARAKAT Dusun Sadap, Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Barat, khususnya para siswa dan pendidik Taman Pendidikan Al Quran (TPA) mengucapkan terima kasih dengan terbangunnya tambahan bangunan gedung TPA dari dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) tahun anggaran (T.A.) 2013.

Diharapkan dengan keberadaan gedung yang baru akan menambah motivasi belajar, jumlah murid semakin banyak dan terjadi peningkatan prestasi. Walaupun gedung yang didambakan tersebut saat ini masih dalam proses penyelesaian pekerjaan tahap akhir. Diharapkan dengan keberadaan gedung yang baru akan menambah motivasi belajar, jumlah murid semakin bertambah dan terjadi peningkatan prestasi.

Sebenarnya, gedung TPA lama sampai sekarang masih berfungsi,tapi kondisi fisik bangunan sudah semakin memprihatinkan. Demikian pula sarana pembelajaran seperti meja, kursi, papan tulis, lemari dan lain-lain. Apalagi jumlah murid Taman Kanak-kanak Al qur an (TKA) dan TPA sudah mencapai 82 orang.
“ Kalau diperhitungkan dengan ketersediaan lokal belajar saat ini, kondisi ini tidak memadai lagi untuk menampung para siswa belajar  yang menginginkan sarana dan suasana belajar yang nyaman,” kata seorang guru TPA kepada penulis. Karena itu, masyarakat Dusun Sadap mengusulkan penambahan lokal belajar melalui kegiatan dana PNPM MPd.  Alhamdulillah sambung seorang warga pada tahun 2013 ini, usulan kami untuk penambahan lokal gedung TPA berukuran 7 meter x 18 meter bisa terdanai dari PNPM Mandiri Perdesaan.

Gedung TPA yang dikerjakan tukang dan pekerja setempat tersebut dilengkapi dengan sarana meubelair, WC dan tempat wudu. Total dana pembangunan gedung TPA mencapai Rp.238.293.000 dengan pembagian dana sebesar Rp.226.378.000 untuk kegiatan fisik TPA. Sedangkan  Rp. 7.149.000 dialokasikan untuk operasional Tim Pengelola Kegiatan (TPK)  dan Rp.4.766.000 digunakan untuk operasional Unit Pengelola Kegiatan (UPK). 

Awalnya pada 1998 para siswa TKA dan TPA masih belajar menggunakan sarana prasarana di masjid setempat. Dengan berswadaya dan bergotong royong  secara bertahap, masyarakat membangun gedung sederhana sebanyak 2 lokal. Akhirnya pada 2009, para murid TKA danTPA pindah belajar di bangunan yang dikerjakan swadaya warga Dusun Sadap  tersebut.

(Yurizal Mansyur, Fasilitator Kabupaten PNPM MPd. Bangka Tengah