P
|
rogram Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan
(PNPM MPd.), yang merupakan salah satu program unggulan pemerintah pusat ini
menyambangi Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, mulai tahun 2008. Program
pemberdayaan ini sebenarnya diluncurkan pemerintah sejak tahun 2007 bersama-sama
dengan PNPM Mandiri Perkotaan, PNPM Mandiri Wilayah Khusus dan Desa Tertinggal.
PNPM MPd. secara umum bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
dan kesempatan kerja masyarakat miskin di perdesaan dengan mendorong
kemandirian dalam pengambilan keputusan
dan pengelolaan pembangunan. Selain tujuan umum, PNPM MPd. memiliki tujuan
khusus yakni meningkatkan partisipasi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat
miskin dan atau kelompok perempuan, dalam pengambilan keputusan perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan dan pelestarian pembangunan. Melembagakan pengelolaan pembangunan
partisipatif dengan mendayagunakan sumber daya lokal, mengembangkan kapasitas
pemerintahan desa dalam memfasilitasi pengelolaan pembangunan partisipatif. Menyediakan prasarana sarana sosial dasar dan
ekonomi yang diprioritaskan olehmasyarakat. Melembagakan pengelolaan dana
bergulir, mendorong terbentuk dan berkembangnya
kerjasama antardesa, mengembangkan kerja sama antarpemangku kepentingan dalam upaya penanggulangan kemiskinan perdesaan.
Tahun 2013 merupakan tahun keenam PNPM MPd. menyambangi Kecamatan Koba, sudah
banyak kegiatan pembangunan yang dilaksanakan melalui program. Apakah
kegiatan sarana prasarana
pendidikan, sarana
prasarana umum, kegiatan sarana dan prasarana kesehatan, dan peningkatan permodalan masyarakat
melalui kegiatan Simpan Pinjam khusus Perempuan ( SPP ).
Untuk Tahun Anggaran (T.A.) 2013, kegiatan PNPM MPd. dan PNPM
Integrasi di Kecamatan Koba didominasi usulan sarana pendidikan. Yakni, pembangunan 2 Gedung PAUD, pembangunan 2 Gedung TPA dan Bantuan Insentif Honor Guru Madrasah, serta kegiatan sarana prasarana umum berupa Pembangunan Drainase/Siring dan Perkerasan Jalan Rabat Beton. Adapun total dana yang diterima Kecamatan
Koba mencapai Rp. 1.603.698.600. Hampir 74,5 % atau sekitar Rp. 1.194.761.300
dialokasikan untuk kegiatan di bidang sarana pendidikan. Lebih rinci dapat diuraikan untuk
pembangunan Gedung PAUD dilaksanakan
di Kelurahan Simpang
Perlang dengan ukuran 7 meter x 16 m sebanyak 2 lokal. Lalu,
pembangunan Gedung PAUD di Kelurahan Arung Dalam dengan 7 meter x 16 mter sebanyak 2 lokal. Kemudian,
pembangunan Gedung TPA terletak
di Kelurahan Koba dengan
luas 7 meter x 20 meter sebanyak 2 lokal. Bantuan Honor Guru di Desa
Terentang III untuk 6 guru honor dan
pembangunan Gedung TPA berada
di Kelurahan Berok dengan
luas 7 meter x 16 meter untuk 2 lokal.
Kegiatan sarana prasaran lain berupa Perkerasan
Jalan Rabat Beton di Desa Terentang III dengan ukuran
lebar 1,5 meter dan
panjang 300 meter
dan pekerjaan siring di Desa Kuraudengan lebar 2 meter dan
panjang 450 meter. Pembangunan Gedung PAUD yang berlokasi di Simpang Jongkong, Kelurahan Simpang Perlang menelan
dana sebesar Rp.275.443.600. ”Kami berharap bangunan TPA yang cukup megah ini dapat melahirkan generasi cerdas yang memahami
isi Al Qur an pada masa mendatang,” kata Syamsudin, ketua TPK Simpang
Perlang, disela-sela pembangunan gedung kebanggaan masyarakat tersebut. Gedung
TPA ini lanjut Syamsuddin berukuran 7 meter x 16 meter tersebut, terdiri dari 2 ruangan kelas, 1 ruangan guru beserta kamar mandi,
ditambah meubelier dan permainan.
Saat penulis meninjau pekerjaan
Gedung TPA di Kelurahan Simpang Perlang, tampak terlihat kemegahan gedung TPA
tersebut. Cat warna-warni
tampak mencolok
membalut bangunan tersebut, sehingga tergambar keceriaan dengan jelas. Adapun Pembangunan Gedung PAUD di RT 12, Kelurahan Arung
Dalam, bentuk gedung dan alokasi dana yang diterima TPK sama seperti di Kelurahan
Simpang Perlang. Pembangunan dikomandoi Rosidah selaku ketua TPK yang juga guru PAUD di
Kelurahan Arung Dalam, sungguh bekerja
dan bertanggungjawab dalam penyelesaian pembangunan gedung pendidikan untuk
generasi mendatang tersebut. Sarana pendidikan lainnya yang dibangun di Kecamatan Koba
berupa Gedung TPA yang berlokasi di RT 8 di Kelurahan Koba dan RT 5 di
Kelurahan Berok.
“Adanya gedung TPA ini merupakan anugerah yang sangat diimpikan
masyarakat Koba, karena selama ini kami belum memiliki sarana gedung pendidikan permanan dan memadai untuk mengajarkan ilmu agama.
Anak-anak mengaji di masjid,” papar Apri Panzupi, Ketua TPK Kelurahan Berok kepada penulis. Diungkapkan Apri Panzupi, usulan pembangunan Gedung TPA di
Kelurahan Berok diajukan mengingat daya tampung yang tidak mencukupi di gedung TPA
yang lama. Banyak anak-anak atau santri yang harus mengantre saat menjalankan
aktivitas. Usulan
lain di bidang pendidikan yakni bantuan honor bagi guru Madrasah yang berada di Desa Terentang III. Bantuan dari alokasi BLM PNPM MPd. berupa insentif tambahan bagi 6 tenaga
pengajar yang diberikan selama 1 tahun anggaran.
(Junaidi, S.E., Ketua UPK Kecamatan Koba, Kab.Bangka Barat)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar