Entri Populer

Kamis, 26 Desember 2013

PEMERINTAH DESA TUIK ALOKASIKAN DANA PEMELIHARAAN GEDUNG TPA ASY SYAKIRIN

*Dibiayai Dana BLM PNPM PPK T.A. 2008


PADA mulanya, kegiatan belajar-mengajar di Taman Pendidikan Al Quran (TPA) As Syakirin di Desa Tuik, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, yang didanai Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd.) Tahun Anggaran (T.A.) 2008, masih menumpang di rumah salah satu warga bernama H.Syahroni Irbam. TPA yang berdiri pada 1998 tersebut, siswanya baru mencapai 20 orang. Sejak dibangun hingga diserahterimakan dari Tim Pengelola Kegiatan (TPK) kepada masyarakat, proses belajar-mengajar di gedung TPA Asy Syakirin terus berjalan dengan baik. Kondisi fisik gedung TPA pun terpelihara dengan baik.

Hal ini dikarenakan Tim Pemelihara Desa kata kepala TPA Asy Syakirin, Anwar, dapat menjalankan tugasnya dalam pemeriksaan fisik dan pemeliharaan gedung TPA secara rutin dan periodik. ”Dana untuk pemeliharaan gedung TPA ini didukung oleh pemerintah desa setempat dengan cara mengganggarkan dana pemeliharaan sesuai dengan kebutuhan. Adapun Tim Pemelihara berasal dari guru- guru mengaji dibantu masyarakat di sekitar gedung TPA. Adapun biaya pemeliharaan diambil dari iuran santri santri yang belajar di TPA dan kas pemerintah desa,” ungkap Anwar, saat ditemui di ruang belajar TPA Asy Syakirin. 

Diceritakan Anwar, bahwa TPA yang semula menumpang di rumah H.Syahroni Irbam membuat proses mengajar anak-anak mengalami kesulitan. Karena itu, saat PNPM Program Pengembangan Kecamatanmasuk ke Kecamatan Kelapa, dengan antusias masyarakat Tuik bermusyawarah sejak dari Musyawarah Dusun untuk menggali gagasan dan potensi sampai Musyawarah Desa Khusus (MDKP) dan Musyawarah Desa Perencanaan (MDP), untuk mengajukan proposal kegiatan Pembangunan Gedung TPA. Pertemuan membahas usulan pembangunan gedung TPA difasilitasi Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) dan Fasilitator Kecamatan. ”Usulan pembangunan Gedung TPA di RT 01 sudah merupakan kebutuhan masyarakat yang amat bermanfaat dan mendesak untuk direalisasikan,” terang Rozali, ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Tuik.

Setelah melewati alur tahapan kegiatan perencanaan khususnya saat digelar Musyawarah Antar Desa Prioritas Usulan (MAD II) dan MAD Penetapan Usulan/Pendanaan (MAD II), usulan Pembangunan Gedung TPA di Desa Tuik ditetapkan mendapat alokasi dana sebesar Rp. 179.234.050. Adapun dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) tersebut disalurkan untuk kegiatan sarana prasarana dengan total dana mencapai Rp. 170.272.450, operasional Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Rp. 3.584.500dan operasional TPK Rp. 5.377.000 urai Rozali. Setelah dana kegiatan sarana prasarana pendidikan disalurkan dari UPK kepada TPK, parapelaku PNPM MPd. segera bahu-membahu mewujudkan mimpi memiliki gedung TPA sendiri.

 “Masyarakat Desa Tuik begitu bersemangat untuk berpartisipasi memiliki gedung TPA tersendiri. Kegiatan pembangunan dimulai pada September 2008 dan selesai diserahkan pada masyarakat dari TPK kepada kepala desa atas nama masyarakat pada Januari 2009,” papar Rozali. Adapun Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) pembangunan gedung TPA dilaksanakan pada Februari 2009. “Dengan dibangunnya gedung TPA yang dibiayai PNPMMPd., masyarakat memiliki sarana yang lebih lengkap dan bisa menampung santri yang lebih banyak. Semangat belajar mengaji anak- anakpun bertambah besar. Ini terbukti sampa itahun ini (2013,red) jumlah santri yang belajar sudah mencapai 100-an anak-anak. Setiap tahun usai tamat belajar Al Quran diadakan wisuda santri TPA,”ungkap Anwar, yang juga pengajar TPA Asy Syakirin.

Dari 10 guru (masyarakat akrab menyapa ustad dan ustazah) ada 8 ustad dan 2 ustazah yang seluruhnya berasal dari Desa Tuik. Kegiatan belajar-mengajar di gedung TPA Asy Syakirin jelas Anwar, semakin bertambah seperti pengajian, yasinan, dan berkebun. Adapun proses belajar-mengajar dilaksanakan pada Senin, Rabu dan Jumat dimulai pada pukul 14.00 sampai dengan 17.00 Wib. Untuk kegiatan Yasinan diadakan setiap Kamis malam sekira pukul 19.00 wib. sampai selesai. ”Kegiatan Yasinan dilaksanakan secara bergilir di rumah-rumah santridengan tujuan untuk lebih mempererat tali silaturahim,” urai Anwar. 

(Supanto Nugroho,Fasilitator Kecamatan Pemberdayaan Kecamatan Kelapa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar