Entri Populer

Senin, 17 Februari 2014

FASILITASI PROGRAM BUAT KELOMPOK SPP


S
alah satu bentuk fasilitasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan yang lebih diakrabi oleh masyarakat dengan nama PNPM MPd. menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Kelompok SPP. Inilah yang dilakukan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Mitra Sejati Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.

K
egiatan Pelatihan diselenggarakan  Tim Pengelola DOK (TPD) dari Dana Operasional Kegiatan (DOK) Pelatihan PNPM MPd. Kecamatan Koba yang diketua oleh Nasir dan dibantu oleh Yuniana dan Ari selaku pelaksana kegiatan  ini berlangsung pada Selasa, 19 November 2013 dimulai pukul  09.00, bertempat di Gedung TPA Kelurahan Koba.

P
elatihan yang dihadiri oleh semua ketua atau perwakilan kelompok itu memang hanya diperuntukkan satu orang satu kelompok, mengingat keterbatasan dana yang dianggarkan dalam DOK Pelatihan tahun 2013 ini.  Namun, animo peserta cukup mengembirakan, karena  semua kelompok mengutuskan perwakilannya dalam pelatihan tersebut. Bahkan ada kelompok yang mengutus anggota sebagai peserta lebih dari satu orang, sehingga daya tampung ruangan kurang  mencukupi.

P
elatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Kelompok SPP yang diselenggarakan pada November  2013,  memang mengalami keterlambatan, karena ada beberapa permasalahan teknis yang dialami oleh para Pelaku PNPM MPd. Kecamatan Koba. Namun, berkat kerjasama dan koordinasi yang baik antara TPD dan pelaku-pelaku di kecamatan, kegiatan pelatihan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana.

K
egiatan Pelatihan jelas Djunaedy, S.E., ketua UPK Mitra Sejati, Kecamatan Koba, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan kelompok SPP. Adapun materi-materi yang disajikan meliputi Fasilitasi Kelompok, Standar Operasional Prosedur Kelompok SPP, Pembuatan Proposal dan Administrasi keuangan.

S
esi pertama Pelatihan diisi oleh Tenaga Pelatih Masyarakat (TPM), Djunaedy. Pada sesi ini, dia lebih banyak memberikan motivasi pada Ibu-ibu untuk terus mengembangkan kemampuan diri.  ”Ibu-ibu jangan tidak terpaku dengan keadaan dan situasi yang sudah ada di kelompok, “ kata Djunaedy sambil mengutip dua kata bijak  mengutip dari salah satu tokoh motivator nasional yang sedang trend, yaitu Mario Teguh :  “Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ?
Melakukan yang belumkita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan ”. “Jangan hanya menghindari yang tidak  mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidakmungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai ”.

M
ateri lain yang disampaikan mengenai Fasilitasi Kelompok,  yang terdiri dari beberapa submateri yakni Penguatan Kelembagaan,  Penguatan Pengembangan Kegiatan/Usaha Kelompok, Perubahan Kelompok dan Ketentuan Khusus Kelompok Executing atau Kelompok Pengelola.  Adapun materi yang terakhir yang juga disampaikan Djunaedy, yakni Standar Operasional  Prosedur (SOP) Kelompok SPP.

P
ada Pelatihan yang berlangsung sehari ini, para paserta juga difasilitasi dalam penyusunan Proposal Pengajuan Pinjaman kepada UPK dan Administrasi keuangan yang dijelaskan oleh Ina Primastining, S.E.I, sekretaris UPK Mitra Sejati Kecamatan Koba yang juga salah satu TPM Kecamatan Koba.

P
ada materi ini para peserta banyak melakukan dialog interaktif, karena berhubungan dengan praktik baik dalam Penyusunan Proposal dan Administrasi Keuangan berupa pembuatan buku kas dan lain-lain.

P
 da pengujung acara, Nasir, selaku TPD sekaligus penanggungjawab kegiatan pelatihan ini menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para peserta. “Semoga dari pelatihan ini, dapat menambah wawasan dan pengetahuan ibu-ibu dalam mengembangkan kelompok SPP masing-masing yang ada di desa atau kelurahan,” harap Nasir di depan puluhan peserta yang begitu bersemangat mengikuti pelatihan sehari itu.








Rabu, 05 Februari 2014

SANTRI AKHIRNYA BELAJAR DI GEDUNG TPA PERMANEN

ANAK-anak belajar di musalla sebelum dibangun Gedung TPA 
KONDISI Gedung TPA Dusun Bukit Kijang dalam pengerjaan 


PULUHAN anak-anak bermain-main pagi itu, di halaman lokasi bangunan Gedung Taman Pendidikan Al qur an (TPA) Dusun Bukit Panjang, Desa Jelutung, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Canda tawa dan wajah ceria mewarnai suasana menjelang jam belajar-mengajar di gedung yang cukup megah yang dibangun dari dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd.).

Tak hanya anak-anak Dusun Bukit Panjang yang demikian bergembira karena akhirnya mereka bisa mempelajari ilmu agama di gedung yang permanen setelah puluhan tahun, harus belajar berdesakan di musalla dusun. Para guru dan orangtua serta warga umumnya menyambut gembira terwujudnya mimpi memiliki gedung TPA sendiri. Dusun Bukit Panjang sendiri terletak di bagian barat laut Desa Jelutung, dengan jarak kurang lebih 5 km. dari desa induk. Penduduk Dusun Bukit Panjang sebagian besar adalah pendatang dari pulau Madura, Jawa Timur, tetapi sudah menetap lama di Dusun Bukit Panjang

Usulan pembangunan Gedung TPA awalnya dimulai pada saat pelaksanaan Musyawarah Dusun pada 21 November 2012 di rumah salah satu warga. Salah satu warga yang juga pengajar TPA di Dusun Bukit Panjang, yakni Ustazd Marju’in mengusulkan Pembangunan Gedung TPA. “ Kegiatan belajar-mengajar Taman Pendidikan Al qur an (TPA) di dusun ini sudah berlangsung kurang lebih sepuluh tahun. Selama itu, anak-anak proses belajar-mengajar dilaksanakan di musalla, dengan jumlah santri kurang lebih sebanyak 68 orang dan tenaga pengajar 3 orang,”papar Ustad Marju’in di depan puluhan warga dan guru-guru TPA. 

Selain kegiatan TPA sambung Ustad Marju’in, di Dusun Bukit Kijang juga ada Madrasah Diniyah (pendidikan khusus tentang pembelajaran Kitab Kuning atau Arab Gundul). Sesuai dengan tahapan proses perencanaan kegiatan PNPM MPd. di Desa Jelutung, usulan Pembangunan Gedung TPA setelah disepakati di Musdus, usulan warga tersebut kembali diajukan pada Musyawarah Desa Khusus Perempuan (MDKP) pada 29 Desember 2013, dan akhirnya ditetapkan sebagai Prioritas Usulan dan kemudian disahkan kembali pada Musyawarah Desa Perencanaan (MDP) pada 29 Januari 2013. Setelah ditetapkan sebagai prioritas usulan di tingkat desa dan ditetapkan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), Tim Punulis Usulan (TPU) dan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) pada MDP, dimulailah proses penyusunan proposal usulan tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan Verifikasi Usulan yang berlansung dari 30 Januari 2013 sampai 15 Februari 2013. 

Setelah melalui perjuangan dan kebersamaan para pelaku PNPM MPd. Desa Jelutung, usulan Pembangunan Gedung TPA mendapatkan ranking dan prioritas kelima pada Musyawarah Antar Desa Prioritas Usulan (MAD) PNPM MPd. pada 18 Februari 2013. Hingga akhirnya, usulan Pembangunan Gedung TPA setelah dilakukan survai harga, pengukuran di lokasi dan pembuatan Desain dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) ditetapkan kembali pada MAD Penetapan Usulan (MAD) dengan mendapatkan volume 6 X 18 m. dan alokasi dana fisik sebesar Rp.266.946.400 jelas Rusmanti, Ketua TPK Desa Jelutung. Rusmanti didampingi Sarferi sebagai bendahara TPK dan Dina menjabat sekretaris TPK. Rusmanti menceritakan bahwa proses Pembangunan Gedung TPA di Dusun Bukit Kijang berlangsung selama empat bulan dengan empat kali tahapan pencairan. 

“Warga begitu antusias dan partisipasi warga amat tinggi terhadap Pembangunan Gedung TPA ini. Hal ini dibuktikan dengan jumlah warga yang hadir dalam setiap pelaksanaan musyawarah, bekerja dan berperan langsung mengawasi pelaksanaan Pembangunan Gedung TPA Bukit Kijang,” papar Rusmanti. Melalui berbagai tahapan kegiatan musyawarah pertanggungjawaban kegiatan dan pendanaan, sampailah akhir pembangunan Gedung TPA Bukit Kijang. Untuk menunjukkan rasa syukur atas selesainya pembangunan dan kelancaran pekerjaan, akhirnya digelar Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) sebagai tahap akhir pelaksanaan Musyawarah Desa Pertanggungjawaban. Warga Dusun Bukit Panjang pun menggelar acara Nganggung, yakni laki – laki dan perempuan bersama-sama membawa makanan dalam Dulang, yang ditutupi dengan Tudung Saji.

(Isdianti, FK Pemberdayaan Kecamatan Namang, Bangka Tengah)
























Rabu, 01 Januari 2014

Harian Kompas

kompas.com

Website Pemkab Belitung Timur

www.belitungtimurkab.go.id

Website Pemkab Bangka Tengah

www.bangkatengahkab.go.id

Website Pemkab Bangka Barat

www.bangkabarat.kab.go.id

Bangkapos.com

bangka pos.com

SADAP MENUJU DUSUN MANDIRI BERBASIS KEARIFAN LOKAL


Prolog Pengembangan Dusun dan Desa

SADAP adalah salah satu dusun yang berada di Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah.Desa ini memiliki panorama alam  yang memesona, dikelilingi bukit-bukit  yang menghijau dan terkesan sejuk dengan udara yang segar. 

Masyarakat  Dusun Sadap hidup dengan kesahajaan dan berusaha searif mungkin memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Beberapa bagian dusun terlihat ada sisa-sisa kemakmuran zaman keemasan timah. Pasir putih yang mengelilingi kubahan-kubahan air sisa pengerukan timah atau tambang inkonvensional (TI) dan hasil reboisasi dalam usaha pengembalian keselarasan alam. Kubahan-kubahan air tersebut ternyata kemudian membentuk danau-danau kecil atau warga setempat menyebut kulong-kulong buatan  yang indah dan harmonis apalagi jika dipadukan dengan jajaran bukit-bukit kecil yang berada di sekelilingnya.

Penghasilan sebagian besar masyarakat Dusun Sadap dalam bidang pertanian dan sebagian kecil sebagai penambang timah. Menjadi penambang timah memang masih menjadi  pilihan instan warga dalam memeroleh  pendapatan. Meski menimbulkan pertanyaan : benarkah ini merupakan alternatif terakhir dalam memperjuangkan penghasilan ? Indah dari sisi kondisi pemandangan alam sekarang. Entah untuk lima atau sepuluh tahun mendatang? Masihkah kita menemukan dusun Sadap seperti sekarang atau bahkan semakin tergerus oleh  keberadaan  tambang – tambang  timah ?

Sayang, kalau sampai  terkontaminasi oleh keinginan-keinginan sesaat  yang tidak memikirkan kebutuhan masa depan. Konsep pengembangan perdesaan berbasisi kearifan lokal dan alam menjadi pemikiran yang tetap harus diperjuangkan mulai dari sekarang.Kalau tidak sekarang kapan lagi?

Dusun sederhana ini memiliki sumber mata air dari perbukitan yang mengalir terus-menerus  melalui pipasasi dan tak pernah kering sepanjang tahun. Seluruh masyarakat dusun bisa mendapatkan sarana air bersih dan bergotong royong dalam pemeliharaan dengan membayar iuran per bulan. Demikian juga dengan kebutuhan listrik dusun dapat dipenuhi dengan memanfaatkan sumber air yang ada berupa Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hidro (PLTMH). Suatu kebijakan pembangunan berbasisi kearifan lokal.

Dusun Sadap dengan kesahajaan berbasis kearifan lokal, semoga saja dapat dipertahankan dan dikembangkan menjadi dusun yang memiliki visi dan misi sesuai dengan potensi kedaerahan dusun tersebut. Kejelian masyarakat dan pemerintah daerah dalam pengembangan dusun ini  kedepan akan sangat membantu terwujudnya “Masyarakat Madani”  yang menjadi harapan seluruh masyarakat Dusun Sadap. Semoga.

(Yurizal Mansyur, Fasilitator KabupatenPNPM MPd Bangka Tengah)



SISWA TPA DUSUN SADAP NIKMATI BELAJAR DI GEDUNG PERMANEN

Berkah Masuknya PNPM MPd.

                                            
MASYARAKAT Dusun Sadap, Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Barat, khususnya para siswa dan pendidik Taman Pendidikan Al Quran (TPA) mengucapkan terima kasih dengan terbangunnya tambahan bangunan gedung TPA dari dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) tahun anggaran (T.A.) 2013.

Diharapkan dengan keberadaan gedung yang baru akan menambah motivasi belajar, jumlah murid semakin banyak dan terjadi peningkatan prestasi. Walaupun gedung yang didambakan tersebut saat ini masih dalam proses penyelesaian pekerjaan tahap akhir. Diharapkan dengan keberadaan gedung yang baru akan menambah motivasi belajar, jumlah murid semakin bertambah dan terjadi peningkatan prestasi.

Sebenarnya, gedung TPA lama sampai sekarang masih berfungsi,tapi kondisi fisik bangunan sudah semakin memprihatinkan. Demikian pula sarana pembelajaran seperti meja, kursi, papan tulis, lemari dan lain-lain. Apalagi jumlah murid Taman Kanak-kanak Al qur an (TKA) dan TPA sudah mencapai 82 orang.
“ Kalau diperhitungkan dengan ketersediaan lokal belajar saat ini, kondisi ini tidak memadai lagi untuk menampung para siswa belajar  yang menginginkan sarana dan suasana belajar yang nyaman,” kata seorang guru TPA kepada penulis. Karena itu, masyarakat Dusun Sadap mengusulkan penambahan lokal belajar melalui kegiatan dana PNPM MPd.  Alhamdulillah sambung seorang warga pada tahun 2013 ini, usulan kami untuk penambahan lokal gedung TPA berukuran 7 meter x 18 meter bisa terdanai dari PNPM Mandiri Perdesaan.

Gedung TPA yang dikerjakan tukang dan pekerja setempat tersebut dilengkapi dengan sarana meubelair, WC dan tempat wudu. Total dana pembangunan gedung TPA mencapai Rp.238.293.000 dengan pembagian dana sebesar Rp.226.378.000 untuk kegiatan fisik TPA. Sedangkan  Rp. 7.149.000 dialokasikan untuk operasional Tim Pengelola Kegiatan (TPK)  dan Rp.4.766.000 digunakan untuk operasional Unit Pengelola Kegiatan (UPK). 

Awalnya pada 1998 para siswa TKA dan TPA masih belajar menggunakan sarana prasarana di masjid setempat. Dengan berswadaya dan bergotong royong  secara bertahap, masyarakat membangun gedung sederhana sebanyak 2 lokal. Akhirnya pada 2009, para murid TKA danTPA pindah belajar di bangunan yang dikerjakan swadaya warga Dusun Sadap  tersebut.

(Yurizal Mansyur, Fasilitator Kabupaten PNPM MPd. Bangka Tengah

Selasa, 31 Desember 2013

RMC-II PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Koordinator Provinsi  :  Drs. Nanang Legowo

Spesialis MIS            :   Sutrisno, S.Kom.

Spesialis KIE             :   Helmi Fauzi, S.Sos.

Spesialis HRD            :    -

Spesialis P2 M           :    -

Spesialis FMS            :   -

Spesialis MCFS          :   -

Spesialis Infrastruktur  :   -

Spesialis Training        :   -